Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Gawat, Hanya Beberapa Kecamatan di Kudus yang Masih Nguri-uri Budaya Tradisional



Reporter:    /  @ 19:34:07  /  24 Februari 2016

    Print       Email
Pementasan wayang orang sesekali masih dipentaskan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Kudus)

Pementasan wayang orang sesekali masih dipentaskan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Kudus)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski mulai tergeser dengan hiburan orkes dangdut, namun di beberapa daerah kesenian tradisional masih disajikan. Hal itu dilakukan bukan semata-mata menghidupkan dan meramaikan budaya tradisional, melainkan ada masyarakat yang masih menikmatinya sebagai hiburan.

Seperti halnya diungkapkan Kepala Disbudpar Kudus Sunardi. Menurutnya, meski tidak sesering seperti pertunjukan orkes dangdut, namun pertunjukan tradisional masih rutin dipentaskan dalam even tertentu.

”Umumnya di daerah pedesaan, mereka masih rutin menanggap pertunjukan tradisional dalam kegiatan tertentu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selain pedesaan, beberapa kecamatan juga rutin menanggap pertunjukan tradisonal. Di antaranya kecamatan daerah Kudus timur, yakni Jekulo dan Mejobo.

Dia mencontohkan, misalnya pertunjukkan Ketoprak, daerah Jekulo sering menanggap pertunjukan itu. Selain itu, wilayah lain yang kerap adalah Undaan dan Dawe. Sedangkan untuk Ludruk, yang lebih banyak menanggap adalah di Kecamatan Bae dan Kecamatan Jati. Berbeda dengan Jatilan dan Wayang Kulit, kesenian itu lebih merata.

”Yang lebih banyak perlu di uri-uri atau diramaikan adalah Tayub. Sebab pertunjukkan itu hanya terdapat di sebagian kecil Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →