Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Prihatin, Budaya Tradisional Kudus Mulai Tergeser dengan Orkes Dangdut



Reporter:    /  @ 19:32:32  /  24 Februari 2016

    Print       Email
Sunardi, Kepala Disbudpar Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sunardi, Kepala Disbudpar Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kudus merupakan daerah yang kaya akan kebudayaan. Bahkan pangsa pasar budaya dahulu mencakup banyak kalangan, namun kini semakin berkurang. Generasi saat ini lebih menyukai dan memilih musik dangdut.

Hal itu diutarakan Kepala Disbudpar Sunardi, menurutnya saat ini kebanyakan peminat pertunjukan budaya lokal adalah umur yang sudah diatas 30. Sedangkan  banyak pemuda yang kini lebih menyukai musik sekarang atau orkes dangdut.

”Hal itu bisa dilihat dari masyarakat jika memeriahkan acara. Biasanya mereka lebih suka mengundang musik dangdut ketimbang kesenian tradisional,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Berbeda dengan tempat-tempat tertentu, terutama pada kalangan orang tua, pertunjukan kesenian tradisional masih sangat melekat untuk mereka nikmati. Beberapa tradisi yang masih ada hingga sekarang adalah Ketoprak, Ludruk, Barongan, Coke’an dan Tayub. Kesenian itu memang memiliki pangsa pasar yang berbeda-beda, namun umumnya yang menyukai para orang tua.

”Padahal pelaku seni tersebut banyak yang dari Kudus. Sehingga sudah seharusnya diperhatikan lebih. Supaya nantinya anak cucu dapat tetap menikmati pertunjukan itu,” ungkapnya.

Dia berencana akan mengumpulkan pelaku seni di Kudus untuk membuat pertunjukan akbar. Dengan memperlihatkan pertunjukan itu, maka besar kemungkinan pemuda dapat lebih tertarik dengan hiburan itu. ”Ini baru rencana, mudah-mudahan nanti dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →