Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Wow! Ekspor Mebel Jepara Capai 400 Kontainer Tiap Bulan



Reporter:    /  @ 21:05:41  /  23 Februari 2016

    Print       Email
Salah satu proses penggergajian kayu sebagai bahan baku mebel. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu proses penggergajian kayu sebagai bahan baku mebel. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Siapa sangka jumlah ekspor mebel di Kabupaten Jepara dalam ukuran barang mencapai 400 hingga 450 kontainer setiap bulan. Itu artinya, ribuan kontainer kayu dikirim ke luar negeri setiap tahunnya.

Direktur Program Multistakeholder Forestry Programme, Smita Notosusanto menjelaskan, sebagai salah satu sentra produsen mebel, volume ekspor mebel Jepara setiap bulan memang sangat banyak. Dia mencatat, sekitar 90 persen bahan baku industri yang satu ini merupakan bahan baku lokal.

”Ekspor mebel di Jepara cukup besar, sekitar 400 sampai 450 kontainer setiap bulannya. Hal itu tentu saja juga meningkatkan produksi nasional dan juga pertumbuhan ekonomi,” ujar Smita saat mendampingi kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik di Jepara, Selasa (23/2/2016).

Lebih lanjut Smita menyampaikan, industri mebel memiliki dampak multiplier. Dimana setiap terjadi kenaikan nilai ekspor mebel, akan meningkatkan output nasional.

Dia juga mengemukakan, indikasi lain akan pentingnya industri mebel dalam perekonomian Indonesia, Sminta melanjutkan, yaitu nilai indeks backward linkage menunjukkan angka cukup baik. Dalam hal ini, mebel menduduki peringkat ke 33 dari 192 sektor usaha Indonesia.

”Artinya, setiap terjadi perubahan output dari industri ini, itu akan mendongkrak output sektor-sektor lainnya,” kata Sminta.

Sminta melanjutkan, pelaku usaha industri mebel didominasi pengusaha kecil dan menengah. Sehingga industri mebel mampu memberikan lapangan pekerjaan. Hanya saja, selain masih terkendala desain produk yang masih harus ditingkatkan, juga terbentur masalah tidak terkaitnya produk mebel lokal dalam rantai nilai global.

Selain masalah tersebut, pengusaha industri mebel juga terbentur masalah harga bahan baku kayu. Hal itu seperti yang dikatakan salah satu penjual bahan baku mebel kayu jati, Eva Kristiyana Devi. Menurut dia, saat ini harga kayu jati terus mengalami kenaikan. Selain itu, ketersedian kayu lokal juga terbatas.

”Harga kayu terus mengalami kenaikan, hal ini tentu berpengaruh pada penjualan,” kata Eva.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →