Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

FJB Ragukan Kapasitas Perwakilan Masyarakat Penilai Amdal PLTU



Reporter:    /  @ 20:26:44  /  23 Februari 2016

    Print       Email
FJB lakukan pertemuan di hotel Segoro, Selasa (23/2/2016) membahas Amdal PLTU Tanjung Jati B Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

FJB lakukan pertemuan di hotel Segoro, Selasa (23/2/2016) membahas Amdal PLTU Tanjung Jati B Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Koordinator Forum Jepara Bersatu (FJB) Ahmad Kholik meragukan kapasitas perwakilan masyarakat yang dipilih untuk menilai Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) PLTU Tanjung Jati B Jepara. Hal itu dikatakan dalam pertemuan yang dilakukan FJB di hotel Segoro, Selasa (23/2/2016).

”Ada 18 orang anggota Komisi Penilai Amdal yang diambil dari perwakilan masyarakat wilayah ring I PLTU,” ujar Kholik.

Menurutnya, standarisasi dalam sosialisasi Amdal ini masih kurang. Selain itu, dia juga mempertanyakan mengenai keterwakilan dari semua warga yang ada di sekitar PLTU Tanjung Jati B Jepara. ”Apakah 18 anggota Komisi Penilai Amdal itu sudah bisa mewakili masyarakat atau belum? Kapabilitasnya juga belum terbukti serta standar kerja yang tidak jelas,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Kholik, hal lain yakni tata kelola limbah yang dihasilkan oleh PLTU, memenuhi janji yang pernah disampaikan sebelumnya untuk membangun klinik kesehatan dan air bersih  bagi warga di sekitar PLTU.

”Di sekitar PLTU juga harus dibangun rumah aduan atau selter yang bisa digunakan oleh berbagai elemen masyarakat jika ingin mengadu,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →