Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Di Jepara, Gaji Dibawah UMK bisa Jadi Peserta BPJS



Reporter:    /  @ 21:51:22  /  22 Februari 2016

    Print       Email
Sejumlah warga mengikuti sosialisasi lembaga komunikasi dan informasi masyarakat di Kecamatan Tahunan, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah warga mengikuti sosialisasi lembaga komunikasi dan informasi masyarakat di Kecamatan Tahunan, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Masyarakat yang menerima gaji dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jepara, dipastikan bisa menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal itu disampaikan Kepala BPJS Kantor Opresional Kabupaten Jepara Asri Wulandari.

Menurutnya, bagi pekerja penerima upah (PPU) yang gajinya di bawah UMK misalnya Guru Madin yang sebulan misalnya hanya mendapatkan gaji Rp 300 ribu, maka yayasan terkait dapat mendaftarkan guru tersebut sebagai peserta BPJS dengan ketentuan UMK Kabupaten Jepara Rp 1.350.000 x 5% yaitu Rp 67.500.

”Guru Madin yang mempunyai gaji dibawah UMK bisa menjadi peserta dengan penyetor Rp 67.500 untuk lima jiwa yaitu Ibu/bapak dan 3 anak dengan mengisi formulir yang disiapkan oleh BPJS,” kata Asri dalam acara sosialisasi lembaga komunikasi dan informasi masyarakat, yang digelar Humas Setda Jepara di Kecamatan Tahunan, Senin (22/2/2016).

Dia menjelaskan,  hal itu sesuai dengan semboyan BPJS kalau gotong royong, semua tertolong. Menurut Asri Wulandari, pelayanan program rujuk balik pada peserta BPJS 2016 di antaranya yang dijamin dengan  diagnosa ada sembilan yaitu DM tipe 2, Hipertensi, Jantung, Asma, Penyakit Paru, Epilepsy, Schizophrenia, Stroke, dan System Lupus Eythematosus.

”Sedangkan prinsip pelayanan kesehatan yang sesuai dengan hak kelas dan prosedur di antaranya tidak ada iur/tambahan biaya, tidak ada pembatasan kamar/biaya/obat, tidak ada klaim perseorangan. Semua peserta BPJS yang dirawat di Rumah Sakit yang melakukan kerja sama dengan BPJS harus memperlakukan pesien sama antara kelas I hingga kelas III. Di sini BPJS tidak membedakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Humas Setda Jepara, Endang Retnoningsih mengatakan, informasi sangat penting bagi semua masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu masyarakat di daerah perlu mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan bersama, agar informasi yang didapat tidak setengah-setengah.

”Maka bagian humas sangat berperan aktif memberikan informasi kepada masyarakat tentang apa yang dilakukan pemerintah baik dari pusat hingga daerah, tentang kebijakan yang diambil dalam pembangunan,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →