Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Deg-degan, Akbid Kudus Menunggu Hasil Verifikasi dari Kemenristekdikti



Reporter:    /  @ 21:08:03  /  22 Februari 2016

    Print       Email
Gedung Akbid Kudus yang diharapkan bisa berubah sistem pendidikan di dalamnya menjadi Politeknik Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gedung Akbid Kudus yang diharapkan bisa berubah sistem pendidikan di dalamnya menjadi Politeknik Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah dialih bina pada 4 Maret 2014, nama Akbid Pemkab Kudus diubah menjadi Akbid Kudus. Dan kini Akademi Kebidanan yang dinaungi Yayasan Muria Bina Insan Mulia tersebut menunggu hasil ferivikasi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) untuk mendapatkan sistem pendidikan baru yang berupa Politeknik Kudus.

Direktur Akbid Kudus Trisno Suwandi mengatakan, pihaknya sudah mendaftarkan Akbid Kudus ke Kemenristekdikti untuk bisa berubah. ”Yakni ingin beralih ke Politeknik. Sehingga nantinya bisa membuka dua prodi baru, selain kebidanan,” paparnya.

Dia menilai, dalam tahapan pendaftaran ke Kemenristekdikti tersebut pihaknya mengakui persyaratan sudah 90% lolos. ”Kalau kapasitas dosen kami sudah lolos verifikasi. Namun kini yang masih menjadi kendala yakni status tanah. Dan disaat saya memaparkan kepada dirjen, tanah yang kami tempati ini sudah kami kontrak selama 20 tahun,” ujarnya.

Jika Akbid tersebut dinyatakan lolos berubah menjadi Politeknik Kudus pada Maret 2016 mendatang, maka ditahun akademik mendatang bisa menerima mahasiswa baru dengan 3 program studinya. Yaitu Farmasi, Kebidanan, dan Teknik Informatika.

Sementara itu, terkait penurunan jumlah mahasiswi kebidanan yang sangat drastis di Akbid tersebut, Trisno mengutarakan itu merupakan permasalahan menyeluruh dan bukan hanya di Kudus. Penurunan jumlah mahasiswi kebidanan ini secara nasional. Sebab pangsa pasar terbatas, pengangkatan PNS oleh pemerintah terbatas. Dan yang paling inti ialah bidan itu bisa membuka praktik di rumah dengan izin resmi, dan dapat bekerja di instansi swasta.

”Yang menjadi kendala secara menyeluruh yakni, pemikiran orang jika lulus dari bidan, maka mereka bisa jadi PNS di RS,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, pihaknya juga mengakui menurunnya jumlah mahasiswi kebidanan di Akbid Kudus tersebut lantaran pindah ke sekolah tingi atau universitas yang berkompeten. ”Setelah diterima menjadi mahasiswa kebidanan, tak sedikit yang pindah sekolah. Untuk tahun akademik kemarin saja mencapai 60-an orang atau sekitar 50%,” papar Trisno.

Dengan adanya perubahan sistem pendidikan yang mengubah Akbid Kudus menjadi Politeknik Kudus, diharapkan pendidikan tersebut bangkit lagi. Trisno berharap pihaknya bisa lolos, sehingga bisa ikut mamajukan pendidikan di Kudus. Selain itu, mutu pendidikan bisa terjaga, intensitas belajar baik serta pembelajaran yang mengedepankan praktik 60% dan teori 40%. ”Sehingga bisa menciptakan lulusan yang baik pula,” tegasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →