Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Perda Tentang Karaoke di Kudus Akhirnya Digugat di MA



Reporter:    /  @ 20:21:27  /  22 Februari 2016

    Print       Email
Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Pengusaha karaoke di Kudus akhirnya mengajukan gugatan uji materiil atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pelarangan Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub dan Penataan Hiburan Karaoke.

Pasalnya, perda tersebut dinilai bertentangan dengan sejumlah aturan perundangan lainnya, di antaranya UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Permenparkerad Nomor 16 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Karaoke, Permen Kebudayaan dan Pariwisata tentang Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi serta Surat Gubernur Jateng Nomor : 10/015/2015 tentang Klarifikasi atas Perda Kudus Nomor 10 Tahun 2015.

Haryanto, pemilik usaha karaoke sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Resto dan Hiburan Karaoke Seluruh Indonesia (ASPREHIKASI) Kudus, sebagai pihak pemohon mengungkapkan, materi gugatan uji materiil tersebut telah didaftarkan di Mahkamah Agung (MA), sejak 27 Januari lalu.
Dalam uji materiil, pengusaha karaoke menempatkan dua pihak, yakni Bupati Kudus dan DPRD Kudus sebagai pihak termohon.

Menurutnya, dalam gugatan uji materiil tersebut, ada beberapa objek gugatan, diantaranya Perda Nomor 10 Tahun 2015 dinilai tidak jelas asas tujuan, hierarki, serta kejelasan rumusan sebagaimana diwajibkan dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Perda.

”Jadi, Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang karaoke ini, sama sekali tidak jelas, isi, tujuan maupun rumusannya. Yang paling penting, dalam surat gubernur juga sudah dijelaskan kalau tersebut bertentangan dengan aturan perundangan yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Perda Disahkan, Pengusaha Karaoke Meradang

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →