Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Harga Cabai di Kudus Tinggi, Pedagang dan Pembeli Mengurangi Konsumsi



Reporter:    /  @ 19:37:12  /  21 Februari 2016

    Print       Email
Tuminah, penjual sembako dan cabai di Pasar Jetak, Kecamatan Kaliwungu mengeluhkan tingginya harga cabai. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tuminah, penjual sembako dan cabai di Pasar Jetak, Kecamatan Kaliwungu mengeluhkan tingginya harga cabai. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tingginya harga cabai di Kudus, membuat pembeli mengurangi konsumsi cabai. Jika biasanya membeli bisa sampai setengah kilogram, kini pembeli hanya membeli seperempatnya saja.

Seperti halnya Yatun, pembeli cabai di Pasar Jetak, Kecamatan Kaliwungu. Biasanya saat membeli cabai selalu membeli cabai setengah kilogram. Tapi kini dengan tingginya harga cabai, maka dia hanya membeli seperempat.

”Kalau cabai campuran, harganya Rp 8 ribu untuk seperempat. Padahal biasanya itu cuma Rp 4 ribuan,” katanya.

Cabai tersebut merupakan cabai jenis biasa. Berbeda dengan cabai lain yang kualitasnya bagus serta ukuran yang besar-besar.

”Naik itu mulai ada banjir di Setro Kalangan, dan sampai sekarang masih belum turun lagi,” ujarnya.

Pedagang sembako di Pasar Jetak, Tuminah mengatakan semenjak harga naik pembeli juga menurun. Rata-rata penurunan pembeli dapat sampai 40 persen ketimbang harga turun.
”Iya mudah-mudahan cepat stabil lagi. Soalnya kalau semakin naik juga pembeli semakin sedikit,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →