Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Harus Bayar Tas Belanja di Supermarket dan Minimarket, Warga Kudus Belum ”Ikhlas”



Reporter:    /  @ 10:56:54  /  21 Februari 2016

    Print       Email
kudus-hari bebas sampah-3 (e)

Kantong-kantong belanja non-plastik ini, bisa menjadi salah satu alternatif saat belanja di supermarket. Pasalnya, mulai 21 Februari, setiapkali belanja maka akan dikenakan biaya untuk kantong plastik sebesar Rp 200 per buahnya. FAISOL HADI

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kudus, tahukah Anda bahwa mulai tanggal 21 Februari 2016 ini, tas plastik yang biasanya diberikan gratis saat belanja, sekarang harus bayar.

Sekarang, jika belanja di supermarket dan minimarket, satu kantong plastik yang digunakan untuk menampung belanjaan, akan dikenakan biaya Rp 200. Tinggal dikalikan saja berapa kantong plastik yang anda butuhkan untuk menampung belanjaan kamu.

Meski rata-rata sudah mengetahui akan aturan ini, namun sebagian besar warga Kudus rupanya belum ”ikhlas” membayar Rp 200 untuk setiap kantong plastik yang digunakan.

”Ya, saya tahunya dari televisi soal itu. Tapi kalau disuruh bayar lagi Rp 200 untuk setiap kantongnya, maka saya tidak setuju. Kan sudah bayar macam-macam barangnya,” kata Tri Yuliana, warga Krandon, Kecamatan Kota, Kudus, yang ditemui di Alun-alun Kudus, Minggu (21/2/2016).

Menurut Tri, dirinya memang belum pernah mengalami kejadian diminta membayar tas plastik. Namun, jika memang nanti berbelanja, maka dia akan memilih untuk membawa plastik sendiri dari rumah.

”Saya akan bawa sendiri plastiknya dari rumah. Biar tidak disuruh membayar. Lumayan kan, kalau kemudian yang kita pakai itu lebih dari dua plastik. Jadi, semaksimal mungkin saya akan bawa dari rumah,” tuturnya.

Hal yang sama dituturkan Adi, warga Desa Besito, Kecamatan Gebog. Menurutnya, kalau harus disuruh membayar lagi untuk kantong plastik, dirinya juga keberatan.

”Lah, kalau membayar di kasir kan, kita juga sudah dikenakan pajak. Masak disuruh membayar lagi untuk kantong plastiknya. Belum lagi kalau belanjaannya banyak, kantongnya kan banyak. Tidak setuju saya pokoknya,” paparnya.

Menurut Adi, memang uang Rp 200 tidaklah seberapa. Namun, kalau sampai harus membayar lagi, maka dirinya tidak setuju. ”Harusnya itu jadi servis buat pelanggan. Jadi, harusnya gratis,” jelasnya.

Sementara Muna, dari Komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Kudus, mengatakan jika dirinya senang jika memang hal itu diberlakukan. Menurutnya, itu akan mengurangi sampah plastik yang ada.

”Bagus kalau memang disuruh membayar kantongnya. Biar masyarakat bisa membawa kantong sendiri yang lebih ramah lingkungan. Atau kalau tidak, ya harus membayar itu,” katanya.

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →