Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Ini Pentingnya Ajak Anak Didik Mengenal Benda Prasejarah Sejak Usia Dini



Reporter:    /  @ 17:18:14  /  20 Februari 2016

    Print       Email
Anak didik KB Al Azhar Jekulo antusias ketika memasuki Museum Purbakala, situs Pati Ayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Sabtu (20/2/2016). (ISTIMEWA)

Anak didik KB Al Azhar Jekulo antusias ketika memasuki Museum Purbakala, situs Pati Ayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Sabtu (20/2/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sabtu (20/2/2016) sekitar 50 peserta didik dan beberapa pendidik KB Al Azhar, Jekulo melaksanakan kegiatan kunjungan ke Museum Purbakala, situs Pati Ayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Menurut Ketua Penyelenggara kegiatan KB Al-Azhar Siti Chamdanah, kegiatan kunjungan ke Museum purbakala ini ditujukan agar anak-anak mengenal sejarah melalui benda-benda purbakala. Dari sana anak-anak dapat mengenal sejarah daerah mereka.

”Tujuan kegiatan pembelajaran dengan metode kunjungan belajar itu agar anak-anak merasa senang dalam belajar, tidak merasa bosan dalam belajar, dan sebagai wawasan pengetahuan yang tak terlupakan dalam kehidupan anak-anak,” ungkapnya.

Di dalam museum anak-anak sangat gembira dan kagum melihat isi museum. Ada replika gajah purba (mamout), gading raksasa, gigi mamout, gigi hiu, fosil harimau, fosil badak, fosil rusa, fosil banteng, fosil kerang purba yang sangat besar dibanding ukuran kerang sekarang, dan yang membuat anak-anak tercengang ada replika manusia purba.

Siti menuturkan, pemilihan lokasi belajar ini disesuaikan dengan tema belajar tentang rekreasi. Lokasi situs Pati Ayam yang terletak di pegunungan Pati Ayam menjadikan guru mudah dalam menjelaskan eksistensi alam, lingkungan, gunung, hutan, pohon-pohonan dan sawah-sawah yang terhampar luas.

”Anak-anak melihat koleksi fosil-fosil gajah purba yang sangat besar dan patung-patung manusia purba. Sehingga anak-anak dapat berimajinasi tentang asal-usul gajah,” ujarnya.

Siti yang juga sebagai tenaga pendidik menuturkan, prinsip belajar menyenangkan menjadi titik poin dari keberhasilan anak dalam belajar. Oleh karena itu, dalam setiap proses pembelajaran kondisi menyenangkan harus tercipta. Sehingga diperlukan penguasaan berbagai metode belajar.

”Harapannya dengan kegiatan ini anak-anak semakin memahami alam dan lingkungan. Kelak dapat menjaga alam ini, bertindak arif terhadap lingkungan sehingga alam dan lingkungan senantiasa lestari,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →