Loading...
You are here:  Home  >  Infrastruktur  >  Artikel ini

Ambrol, Tanggul Sodetan di Kemadu Sulang Rembang Dibendung dengan Karung Berisi Tanah



   /  @ 08:33:31  /  20 Februari 2016

    Print       Email
Warga bersama anggota TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, bergotong-royong memperbaiki tanggul sodetan yang ambrol di Kemadu, Jumat (19/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Warga bersama anggota TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, bergotong-royong memperbaiki tanggul sodetan yang ambrol di Kemadu, Jumat (19/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Puluhan warga bersama anggota TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, bergotong-royong memperbaiki tanggul Sodetan yang ambrol dengan karung sak yang diisi tanah di Kemadu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jumat (19/2/2016).

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sulang Agung Budi Santoso menjelaskan, Sodetan itu sebelumnya dibuat untuk mengantisipasi terulangnya banjir di tahun 2014. Saat itu, luapan air sungai yang banjir langsung melimpas ke permukiman. Namun setelah ada tanggul Sodetan tersebut, tidak lagi terjadi banjir.

Hanya saja, tanggul Sodetan itu ambrol pada Desember 2015. Agar ambrol tidak meluas, warga setempat memasang potongan bambu yang dibuat sebagai penahan (rajek bambu). ”Warga gotong royong membuat dan memasang rajek bambu dan menyediakan makanan. Kami juga dibantu oleh BPBD, TNI, dan PT Sadana Arifnusa,” katanya.

Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) Sulang Kapten Infanteri Kun Muhandis mengaku menerjunkan 30 orang personelnya untuk ikut serta bergotong royong dengan warga guna membenahi tanggul Sodetan Sungai Kemadu yang ambrol.

Ia berharap gotong royong mengantisipasi banjir dicontoh oleh daerah lain yang memiliki kerawanan yang sama. Sebab menurutnya, banjir tidak datang begitu saja, tetapi dipicu oleh budaya salah dari sebagian masyarakat. ”Misalnya kebiasaan membuang sampah sembarangan di sungai,” ujarnya.

Danramil mengimbau masyarakat menggalakkan budaya tertib membuang sampah. Jangan sampai selokan mampet akibat sampah, sehingga air meluber dan membanjiri permukiman. ”Gotong royong pembersihan dan pembenahan sarana antisipasi banjir mestinya dilakukan tanpa harus disuruh-suruh,” himbaunya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →