Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ini Alasan Warga Grobogan Memilih Bepergian Menggunakan Kendaraan Bak Terbuka



Reporter:    /  @ 19:27:18  /  19 Februari 2016

    Print       Email
Salah satu kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang terlihat keluar dari pintu gerbang RSUD dr Soedjati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang terlihat keluar dari pintu gerbang RSUD dr Soedjati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya yang dilakukan pihak kepolisian untuk menekan kendaraan bak terbuka dipakai mengangkut penumpang, mendapat respon positif dari beberapa pihak. Sebab, langkah itu bertujuan untuk menekan munculnya korban ketika kendaraan bak terbuka tersebut terlibat kecelakaan atau musibah di jalan raya.

Meski demikian, sejauh ini masih terlihat adanya kendaraan bak terbuka yang dipakai menaikkan penumpang. Kebanyakan, momen seperti ini ditemukan di jalan pedesaan. Tetapi, sesekali masih juga muncul kendaraan bak terbuka bermuatan orang yang melaju di kawasan kota. Biasanya, tujuan mereka ini adalah ke rumah sakit untuk membesuk tetangga yang sakit.

”Kendaraan bak terbuka yang mengangkut orang sampai saat ini memang masih ada. Tetapi, frekuensinya sudah jarang karena sering kena razia. Beberapa waktu lalu, jumlah kendaraan bak terbuka yang membawa orang cukup banyak,” ujar Subagyo, warga yang tinggal di sekitar RSUD dr Seodjati Purwodadi.

Ada beberapa alasan dipilihnya kendaraan bak terbuka untuk bepergian itu. Salah satunya adalah menghemat biaya dibandingkan jika harus menyewa kendaraan umum atau pribadi. Selain itu, kendaraan bak terbuka dinilai lebih efisein karena bisa mengangkut puluhan orang. Dengan demikian, jika membawa rombongan besar maka hanya dibutuhkan satu kendaraan saja.

Disamping itu, tidak adanya angkutan umum sampai ke desa juga jadi alasan lain. Kondisi ini membuat warga menjadikan kendaraan bak terbuka jadi sebuah solusi.

”Kendaraan bak terbuka sejauh ini memang masih jadi sarana untuk mengangkut orang. Terutama di daerah pedesaan di wilayah Grobogan ini,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo.

Untuk menekan penggunaan kendaraan bak terbuka mengangkut penumpang, upaya awal yang dilakukan adalah memberikan pembinaan pada pengemudi dan pemilik kendaraan. Kemudian, dalam beberapa kesempatan pihaknya juga menyampaikan teguran, peringatan hingga langkah tilang.

”Selain berbahaya, kebiasaan itu melanggar pasal 303 UU No 22 Tahun 2009, tentang kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya. Untuk itu, kami mengimbau pada semua sopir truk atau kendaraan terbuka lainnya agar tidak mengangkut penumpang,” tegasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →