Loading...
You are here:  Home  >  Kesehatan  >  Artikel ini

Simak Ini Jika Anda Termasuk Dalam Kepesertaan BPJS Kesehatan Ganda



Reporter:    /  @ 15:37:24  /  19 Februari 2016

    Print       Email

kartu_bpjs

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tidak sedikit masyarakat yang mengaku keberatan dengan kebijakan iuran terkait kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Ditengarai, BPJS dalam proses pendaftaran kepesertaan telah melakukan penarikan iuran kepesertaan ganda.

Hal itu disampaikan pakar hukum Universitas Muria Kudus (UMK) Yusuf Istanto menanggapi banyaknya masyarakat yang mengeluh kepada dirinya terkait program BPJS.

“Banyak warga yang melapor ke kami dan mengaku keberatan, di mana bagi keluarga, suami dan istri yang bekerja pada instansi berbeda harus membayar BPJS semua,’’ ujarnya.

Bagi Yusuf, keberatan warga ini sangat beralasan, karena menurut ketentuan hukum, kepesertaan BPJS adalah berdasarkan nomor tunggal. “Pasal 13 huruf a UU Nomor 24 Tahun 2011, bahwa BPJS berkewajiban memberikan nomor identitas tunggal kepada peserta,’’ terangnya.

Berdasarkan dalam penjelasan pasal ini, yang dimaksud dengan nomor identitas tunggal adalah nomor yang diberikan khusus kepada setiap peserta. “Artinya, dalam kepesertaan BPJS, tidak mengenal kepesertaan ganda,’’ tegasnya.

Jika kemudian dalam kepesertaan BPJS terdapat nomor kepesertaan ganda untuk satu identitas peserta, yang mana, ini terjadi karena pihak BPJS mewajibkan setiap pendaftaran BPJS berdasarkan Kartu Keluarga (KK) kepada semua perusahaan atau institusi. Jika itu yang terjadi, maka potensi kerugian yang diderita oleh peserta, sangat besar.

”Contohnya, ketika suami bekerja di perusahaan A, oleh perusahaan didaftarkan sebagai peserta BPJS. Sementara, istrinya yang bekerja di perusahaan B juga diwajibkan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS, di mana ketentuan dari BPJS mewajibkan pendaftaraan kepesertaan adalah seluruh anggota keluarga berdasarkan KK. Maka, di sinilah muncul potensi kepesertaan ganda pada BPJS,” ungkapnya.

Jika kebijakan seperti itu dijalankan BPJS, menurutnya hal itu merupakan penyalahgunaan aturan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →