Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Sanksi Pidana Sudah Menunggu Bagi Perusahaan yang Tak Bayar Gaji Karyawan Sesuai UMK



Reporter:    /  @ 09:36:37  /  19 Februari 2016

    Print       Email

f-umk (2)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Dinsosnakertrans Jepara M Zahid melalui Pengawas Tenaga Kerja Muktiati menegaskan, bahwa pihaknya tidak mentolelir alasan perusahaan-perusahaan yang tidak membayar gaji karyawan sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK), khususnya bagi tukang amplas.

Dia menegaskan, meski sudah menaikkan upah, tapi jika tak sesuai dengan UMK, maka perusahaan tersebut tetap akan diancam dikenakan sanksi pidana sesuai dengan aturan dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Baca juga : 10 Perusahaan Mebel di Jepara Bandel Tak Bayar Gaji Karyawan Sesuai UMK

“Berdasarkan aturan itu, maka perusahaan memang bisa dipidanakan jika tidak menggaji pekerjanya sesuai dengan UMK,” tegas Muktiati kepada MuriaNewsCom, Jumat (19/2/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan, meski demikian, sanksi pidana tersebut tidak akan langsung dikenakan. Sebab, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) di dinasnya, terlebih dahulu akan dikirimkan surat peringatan hingga tiga kali. Jika sampai peringatan ketiga tidak diindahkan, maka sanksi tersebut baru akan dikenakan.

Menurutnya, tindakan tegas ini diambil, lantaran soal pengupahan sudah ada skema penangguhan. “Itu jika perusahaan merasa tak sanggup memberikan upah sesuai dengan UMK yang ditetapkan. Tapi sampai habis masa pengajuan penangguhan, tak ada satupun perusahaan yang mengambil kesempatan itu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →