Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Pembunuhan Sadis Tunahan Jepara Direkonstruksi di Mapolres Jepara



Reporter:    /  @ 15:30:52  /  18 Februari 2016

    Print       Email
Sejumlah tersangka memeragakan adegan rekonstruksi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah tersangka memeragakan adegan rekonstruksi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus pembunuhan sadis di Desa Tunahan, Kecamatan Keling, Jepara, pada Senin (25/1/2016) lalu di rekonstruksi di Mapolres Jepara, Kamis (18/2/2016). Dalam rekonstruksi ini 13 tersangka dilibatkan bersama saksi dari pihak korban, serta korban yang diperagakan oleh anggota polisi setempat. Sedikitnya sekitar 35 reka adegan yang diperankan oleh mereka.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, rekonstruksi digelar untuk mengetahui lebih detail kronologi kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh para tersangka.

”Ini penting dilakukan agar dalam proses hukum selanjutnya dapat diketahui lebih jelas. Kami juga dilbatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar lebih tahu secara detail,” kata Samsu kepada MuriaNewsCom, Kamis (18/2/2016).

Menurut dia, dari hasil rekonstruksi diketahui penganiayaan dilakukan dengan cara pengeroyokan. 13 tersangka yang diamankan tersebut memiliki peran masing-masing, mulai dari perencanaan, turut serta, dan eksekusi pembunuhan.

Dalam rekonstruksi terlihat, awalnya korban dijemput oleh satu tersangka namun tidak mau. Kemudian satu tersangka mengajak beberapa tersangka lain, akhirnya korban bersedia diajak keluar dan di luar sudah ada sejumlah tersangka lain. Selanjutnya korban dieksekusi dengan menghantamkan batu besar kebagian kepala hingga tewas secara mengenaskan.

Proses rekonstruksi ini menjadi tontonan warga yang berada di Mapolres Jepara. Adegan demi adegan diperankan sejak pagi hingga siang hari tadi.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →