Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Warga Kesurupan, Jadi Pertanda Akan Terjadi Longsor di Rahtawu



Reporter:    /  @ 14:23:25  /  18 Februari 2016

    Print       Email
Kondisi longsor di kawasan Rahtawu beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi longsor di kawasan Rahtawu beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Masuk dalam daerah rawan longsor, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog selalu memiliki pertanda khusus sebelum terjadi bencana tersebut. Bahkan, tanda itu selalu dijadikan pedoman masyarakat saat akan terjadi bencana.

Hal itu diungkapkan Kades Rahtawu, Kecamatan Gebog, Sugiyono. Menurutnya, sebelum terjadi bencana longsor, pasti ada warga yang kesurupan. Kemudian warga yang kesurupan tersebut berkeliling daerah yang berdampak longsor untuk memperingatkan warga.

”Jadi yang kesurupan itu datang dari rumah satu ke rumah lain. Namun hanya yang berdampak saja, bukan yang lain. Kedatangannya itu memperingatkan agar segera mengamankan diri karena akan terjadi bencana (longsor),” katanya Kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, biasanya yang kesurupan adalah wanita. Hanya tidak menutup kemungkinan laki laki tidak mengalami kesurupan. Melainkan yang lebih sering adalah wanita. Warga yang kesurupan itu, memiliki ciri raut yang hitam saat disurupi. Dan setelah berkeliling kemudian sadar, warga yang kesurupan tidak ingat apapun.

”Saat kesurupan itu seperti orang gila. Makanya dulunya warga tidak terlalu percaya. Tapi benar, sehari setelah dikabari warga yang kesurupan, pasti terjadi longsor,” ujarnya.

Namun kini hal itu seolah menjadi pertanda. Sehingga setiap ada yang kesurupan, warga yang didatangi langsung mengamankan diri. Sebab sehari setelah dikabari warga memastikan terjadi bencana.

Kondisi itu sudah terjadi beberapa kali. Bahkan hampir setiap ada bencana, pasti ada warga yang kesurupan untuk mengingatkan warga lainnya akan datangnya sebuah bencana.

”Sampai sekarang kondisinya masih aman. Dan warga percaya kalau yang datang untuk merasuki warga adalah salah satu eyang di sini,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga : Hujan Akibatkan Longsor di Rahtawu Kudus

Jalan Longsor di Rahtawu Sebabkan Kendaraan yang Melintas Harus Antre

Perbaikan Jalan Longsor di Rahtawu Memakan Waktu Sampai 2,5 Bulan

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →