Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Diancam Dibunuh 4 Begal di Pati, Pedagang Batu Bata Ini Ketakutan



Reporter:    /  @ 20:26:38  /  17 Februari 2016

    Print       Email
Ketiga pelaku pemerasan yang sudah ditangkap Polsek Jakenan, sedangkan satu pelaku masih diburu. (Foto Polres Pati)

Ketiga pelaku pemerasan yang sudah ditangkap Polsek Jakenan, sedangkan satu pelaku masih diburu. (Foto Polres Pati)

 

MuriaNewsCom, Pati – Empat orang masing-masing berisial S (46), J (36), M (40) dan Sl (35) yang merupakan warga Juwana dibekuk petugas Polsek Jakenan karena mencoba melakukan pemerasan disertai ancaman kepada seorang warga Tuban Jatim, bernama Darmono.

Aksi begal terjadi saat Darmanto hendak menjual batu bata putih di daerah Kecamatan Gabus. Saat sampai di Jakenan, Darmanto bingung arah menuju Gabus.

Akhirnya, Darmanto mencoba untuk bertanya kepada seseorang berinisial S. Berniat jahat, S menunjukkan arah jalan Winong-Jakenan.

“Setelah dapat nomor ponsel korban, pelaku menyampaikan informasi kepada korban bila pulang diminta tidak melalui Pati karena ramai digunakan untuk balapan, sehingga diarahkan lewat jalur Winong-Jakenan,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kasubbag Humas AKP Sri Sutati kepada MuriaNewsCom, Rabu (17/2/2016).

Setelah pulang dari mengirim bata putih dari wilayah Gabus, Darmanto pulang menuju jalan yang diarahkan pelaku. Sampai di Jalan Winong-Jakenan, S bersama dua rekannya mencegat dan memberhentikannya.

Pelaku pun memeras Darmanto dengan meminta uang hasil penjualan batu bata disertai dengan ancaman pembakaran truk dan pembunuhan. “Takut dengan ancaman itu, Darmanto akhirnya menyerahkan uang senilai Rp 1,4 juta,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, keempat pelaku kemudian mengancam korban untuk tidak melaporkan upaya pemerasan itu kepada polisi. Namun, Darmanto akhirnya melaporkan kepada petugas Polsek Jakenan.

Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, ketiga pelaku akhirnya berhasil dibekuk. Sementara itu, satu pelaku lainnya kabur dan menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →