Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ini Program Jitu PMI Grobogan Atasi Kekurangan Darah



Reporter:    /  @ 18:21:56  /  17 Februari 2016

    Print       Email
Sejumlah pegawai Dispendukcapil Grobogan ikut menyumbangkan darah untuk kemanusiaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pegawai Dispendukcapil Grobogan ikut menyumbangkan darah untuk kemanusiaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Langkah PMI Grobogan untuk mendapatkan pasokan darah dengan meluncurkan gerakan PMI Masuk Desa dan Instansi yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu ternyata cukup diterima masyarakat. Indikasinya, program ini berhasil menjaring banyak orang untuk menyumbangkan darahnya.

Kepala Bagian Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela (P2DS) PMI Grobogan Ahmad Jamari mengungkapkan, sejauh ini sudah ada dua desa yang rutin didatangi. Yakni, Desa Tahunan, Kecamatan Gabus dan Desa Genuksuran, Kecamatan Purwodadi. Di masing-masing desa tersebut, pihaknya sedikitnya bisa mendapatkan 40 kantong darah.

”Gerakan PMI Masuk Desa ini ternyata dapat sambutan positif. Kami berharap warga desa lainnya juga ikut tergerak menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan. Selain itu, kami juga keliling ke instansi swasta dan pemerintahan untuk mendapatkan donor. Adanya mobil donor darah ini sangat membantu program ini,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, program itu dilakukan sebagai upaya jemput bola. Sebab, sejauh ini besar kemungkinan ada warga di daerah pedesaan yang sebenarnya punya niatan untuk mendonorkan darah. Namun, niat tersebut belum kunjung terwujud karena terbentur beberapa hal. Antara lain, jarak yang jauh, aktivitas yang melelahkan sehari-hari hingga belum adanya dukungan transportasi untuk pergi ke PMI untuk mendonorkan darah.

”Banyak dari pendonor di desa itu yang sehari-harinya memang beraktivitas di sekitar tempat tinggalnya saja. Jadi, kalau untuk menyumbangkan darah ke PMI mungkin agak kesulitan tetapi dengan adanya jemput bola seperti ini mereka cukup terbantu. Demikian pula, para pegawai atau karyawan swasta terkadang juga terbentur banyak hal jika harus datang ke kantor,” imbuhnya.
Masih dikatakan Jamari, selama ini pihaknya juga pro aktif untuk menjaring para pendonor. Misalnya, dengan menggandeng sekolah, instansi pemerintahan dan swasta serta ormas.

Kemudian, setiap Minggu, pihaknya menyediakan layanan donor darah keliling di ajang car free day (CFD) di Jl R Suprapto Purwodadi.

Ditambahkan, berbagai upaya itu dilakukan mengingat kebutuhan darah setiap bulan memang cukup banyak. Yakni, berkisar 1.000 hingga 1.200 kantong. ”Untuk stok darah saat ini masih cukup aman. Namun, semakin banyak stok tentunya semakin baik untuk berjaga-jaga kalau ada kebutuhan mendadak dalam jumlah besar,” sambungnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →