Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Masih Ada Dua Anggota Geng Motor Ninja di Grobogan yang Diburu Polisi



Reporter:    /  @ 18:00:58  /  17 Februari 2016

    Print       Email
Di lokasi inilah terjadi pengeroyokan terhadap pelajar SMK yang dilakukan anggota komunitas motor Ninja. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Di lokasi inilah terjadi pengeroyokan terhadap pelajar SMK yang dilakukan anggota komunitas motor Ninja. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaku pengeroyokan yang dilakukan anggota komunitas motor Ninja terhadap pelajar SMK ternyata tidak hanya dilakukan tiga orang saja. Tetapi ada lima orang yang ditengarai melakukan pengeroyokan.

Baca juga : 3 Anggota Geng Ninja Keroyok Siswa SMK di Grobogan

Dari lima orang pelaku, tiga orang diamankan polisi. Masing-masing, Budi Santosa (26) warga Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari dan Samsul Ali (21) warga Desa Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo. Satu lagi adalah Yeriko (24) warga Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan.

Sedangkan dua orang lagi berhasil kabur tidak lama setelah melakukan aksi pengeroyokan. Satu diantara pelaku yang melarikan diri itu diduga kuat sebagai provokator pengeroyokan.

”Pelaku ada lima orang, tiga orang kita amankan dan dua lagi masih kita kejar. Dua pelaku yang kabur ini sudah kita kantongi identitasnya. Satu orang Brati dan satunya dari Kradenan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Aryanto.

Seperti diketahui, peristiwa pengeroyokan terhadap pelajar SMK kelas II Yuazit Kun (18) warga Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati itu terjadi, Minggu (14/2/2016) dinihari lalu. Saat itu ia tengah nongkrong bersama temannya di depan Stadion Krida Bhakti, Purwodadi.

Tidak lama kemudian, datang belasan pengendara motor Ninja ke lokasi tersebut. Ketika berada di sana, beberapa pengendara sempat menggeber-geberkan gasnya hingga menimbulkan suara bising.
Korban kemudian mendatangi mereka untuk mengingatkan agar tidak membunyikan motor dengan keras. Setelah menyampaikan peringatan, justru korban malah dipukuli beberapa pegendara motor itu hingga mengalami luka di bagian kepala dan sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo ketika dimintai tanggapannya mengaku sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu. Menurutnya, selama ini, pihaknya sudah sering melakukan pembinaan pada komunitas-komunitas motor. Selain pembinaan tertib berlalu lintas, juga diberikan pemahaman soal menjaga kamtibmas dengan bagaimana bersikap saat berkendara.

”Setiap malam Minggu kami biasanya menyambangi komunitas-komunitas motor yang ada di sini. Dalam kesempatan itu kami gunakan untuk melakukan pembinaan,” katanya.

Dikatakan, sikap menggeber-geberkan kendaraan itu di sisi lain dapat memengaruhi psikologis seseorang. Dengan begitu, emosi seseorang dapat terpacu naik. ”Suara bising kendaraan ini bisa memacu emosi seseorang. Makanya, pemakaian knalpot brong kami larang. Selain bikin emosi, knalpot ini juga tidak sesuai standar,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →