Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Ini Unik, Asal Usul Setrokalangan Kudus



Reporter:    /  @ 07:15:54  /  17 Februari 2016

    Print       Email
Warga berada di Desa Setrokalangan Kudus. (MuriaNewsCom)

Warga berada di Desa Setrokalangan Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Nama Desa Setrokalangan, yang terdapat di Kecamatan Kaliwungu, Kudus, tergolong nama yang unik. Desa Setrokalangan, dari informasi yang beredar, dulunya dikenal sebagai daerah tempatnya penjudi.

Kades Setrokalangan Edi Siswanto mengatakan,dulu daerah Setrokalangan terbagi dalam dua tempat, yakni Setro dan Kalangan. Untuk Setro, nama itu diartikan sebagai perjudian adu ayam jago. Sedangkan nama Kalangan artinya sebuah tempat.

“Jadi Setrokalangan adalah sebuah tempat yang dipergunakan untuk judi adu ayam jago. Dulunya demikian sehingga diberikan nama Setrokalangan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, hal itu hanya terjadi pada masa lalu saja dan jadi bagian dari sejarah. Sebab sekarang, pemilik ayam justru lebih berkurang. Dan berbagai macam perjudian juga sudah tidak ada di tempat tersebut.

“Kalau sekarang hanya tinggal nama saja, tidak lebih. Jadi dari cerita masyarakat khususnya orang orang tua demikian ya bagaimana lagi. Yang penting adalah sekarang dan ke depannya,” ujarnya.

Namun, terdapat misteri yang kini tidak terpecahkan. Di sana terdapat tiga dukuh, yakni Dukuh Setro, Dukuh Kalangan dan Karangturi. Untuk Dukuh Setro dan Kalangan letaknya memang berdekatan. Namun Dukuh Karangturi berbeda, tempatnya berjauhan agak ke timur

Bukan hanya jarak saja yang memisah. Namun nama dan ceritanya juga belum diketahui hingga kini. Sehingga misteri dibalik nama Karangturi masih belum diketuai.

“Sampai sekarang kami masih mencarinya. Bagaimana sejarah itu, soalnya cerita di balik nama Karangturi itu putus dit engah masyrakat,” ungkapnya.

Namun yang pasti, Karangturi bukan dikenal dengan nama sebuah tempat perjudian. Melainkan nama tersebut dikenal dengan nama daerah yang kaya akan ternak. Sebab sebagian besar, warga disana memiliki ternak. Bak jenis kambing, kerbau dan sapi.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →