Loading...
You are here:  Home  >  Pertanian  >  Artikel ini

Garam Rembang Sulit Bersaing, Pengusaha Takut Garam Menumpuk di Gudang



   /  @ 21:13:46  /  16 Februari 2016

    Print       Email
Seorang petani garam di Rembang sedang memanen ketika musim kemarau tahun lalu.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Seorang petani garam di Rembang sedang memanen ketika musim kemarau tahun lalu.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seiring kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait impor garam baru-baru ini, petani dan pengusaha garam di Kabupaten Rembang makin sulit bersaing dengan garam impor. Padahal pada kemarau panjang tahun lalu, produksi garam lokal Rembang melimpah.

Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Rembang, Nurida Andante Islami, mengatakan, musim kemarau panjang tahun 2015 sangat mendukung produktivitas garam di Rembang. Hanya, garam lokal hasil produksi yang kini menumpuk di gudang petani, dikhawatirkan tidak terserap maksimal.

“Untuk 2015 kita over produksi sehingga stok garam di tingkat petani menumpuk. Hanya petani kita terkendala pemasaran,” tuturnya, Selasa (16/2/2016)

Dia menyebutkan, kebijakan Menteri Perdagangan soal impor garam juga berdampak pada makin sulitnya memasarkan garam lokal. “Sebelumnya disepakati dengan Kementerian Kelautan 50 persen harus menyerap garam rakyat, kemudian dihapus dengan alasan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), jadi menyulitkan kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik pabrik UD Apel Merah, Pupon, menyebutkan, akibat sepinya permintaan stok garam yang melimpah di gudang, kemungkinan dalam setahun ini belum habis.

“Stok di gudang melimpah, namun perkiraan pasar agak sepi hingga April-Mei mendatang, ya pelan-pelanlah,” ungkapnya.

Pengusaha yang memasarkan produknya ke industri dan rumahan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur ini, sejak beberapa waktu lalu mengurangi aktivitas produksi menjadi hanya tiga hari dalam sepekan.

“Produksi berkurang kalau biasanya satu minggu full, saat ini tiga hingga empat hari diliburkan. Kalau satu minggu full stok menumpuk,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →