Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Uniknya Jual Bensin Eceran “Insya Alloh Pas” di Kudus



Reporter:    /  @ 18:50:49  /  16 Februari 2016

    Print       Email
Wiwid melayani pembeli bensin warga di SPBU Pertamininya di Lau, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Wiwid melayani pembeli bensin warga di SPBU Pertamininya di Lau, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penjual bensin di Dukuh Pacikaran RT 1 RW 6, Lau, Kecamatan Dawe, Kudus, ini meniru tempat penjualan bensinnya mirip dengan SPBU milik Pertamina.

Ya, miniatur pompa bensin tersebut milik Wiwid Ariyanto (36). Di badan miniatur SPBU juga terdapat tulisan “Insya Alloh Pas”. Sebuah doa yang meyakinkan pembeli soal takaran bensin yang dijualnya.

Dia mengaku sebelum mempunyai miniatur SPBU ini, bensin eceran saya kurang laku. Sebanyak 35 liter saja tidak laku dalam satu bulan penjualanan. Namun setelah menggunakan miniatur ini, bensin ecerannya bisa laku keras hingga 70 liter per hari.

Dia mengetahui adanya miniatur SPBU dari internet. Termasuk ada pedagang bensin eceran di Sumatera yang telah memakai alat itu. Dia pun tertarik. Wiwid akhirnya mendapat informasi jika miniatur SPBU juga dijual di Jakarta. Akhirnya, dia membelinya dengan harga Rp 2,5 juta.

Ketika kali pertama dia memperoleh miniatur SPBU, bentuknya masih berupa rangkaian tabung untuk tempat penyimpan bensin. Tabung itu akhirnya dirangkai dengan pompa manual, selang, gagang bensin dan tabung putih ukuran bensin. Namun setelah sampai di rumah, alat-alat itu dirangkai lagi dengan menggunakan seng, besi yang dilas di bengkel. Total perakitannya hampir Rp 2,5 juta.

Untuk tabung ukuran bensin tersebut sudah didesain dari Thailand. Sebab dia membeli dari Jakarta, yang katanya memang mengimpor langsung dari Thailand.

Sementara itu, terkait keakuratan ukurannya, pihaknya juga pernah mengukur bensin tersebut ke dalam botol yang sudah berukuran satu liter.

“Sebelum saya menjual ke masyarakat, kami sudah mengkroscek langsung. Yakni botol bensin eceran kami isi satu liter dari pertamini ini. Namun nyatanya botol tersebut malah sampai terisi full bahkan muntah isianya. Secara tidak langsung, kemungkinan botol bensin eceran tersebut juga tidak selalu sama besar kecilnya dari pedagang satu dengan pedagang lainnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, meskipun botol bensin eceran bentuknya sama, kemungkinan ukuran lingkaran botol juga tidak sama. Sehingga di saat diiisi dari pertamini ini, isiannya sampai penuh, bahkan muntah. Dan satu lagi, bila membeli bensin di pertamini ini, bisa sebesar Rp 2 ribu. Sebab juga ada ukurannya untuk membeli di skala di bawah satu liter.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →