Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Disdikpora Kudus Jamin Honorer K2 Dapat Jam Mengajar



Reporter:    /  @ 13:39:40  /  16 Februari 2016

    Print       Email
Bupati Kudus H Musthofa bersama ratusan tenaga honorer K2 yang saat ini sudah dijamin kesejahteraannya, dengan gaji sesuai UMK, jaminan kesehatan, dan jaminan ketenagakerjaan. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa bersama ratusan tenaga honorer K2 yang saat ini sudah dijamin kesejahteraannya, dengan gaji sesuai UMK, jaminan kesehatan, dan jaminan ketenagakerjaan. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sudah menegaskan bahwa tenaga honorer kategori II (K2) harus digaji sesuai besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kudus 2016, mendapatkan jaminan kesehatan, dan jaminan ketenagakerjaan. Ini sebagaimana yang ditegaskan Bupati Kudus H Musthofa, saat bertemu dengan tenaga honorer K2 pada Senin (15/2/2016).

Tidak hanya berhenti di sana saja. Pasalnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus yang memang menaungi banyak honorer K2 ini, juga memastikan jika mereka akan tetap mendapat jam mengajar di sekolah. Hal itu dilakukan untuk mengayomi ratusan tenaga k2 di Kudus.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, jumlah tenaga honorer K2 di Kudus berjumlah 225 tenaga. Di mana 213 orang di antaranya merupakan tenaga pendidikan. Sedangkan selebihnya dari tenaga kesehatan dan lainnya.

Joko mengatakan, ratusan tenaga honorer itu merupakan seorang pendidik. Sehingga sudah menjadi tugas pemkab dalam melindunginya. ”Kita pastikan tenaga honorer itu masih dapat jam mengajar. Sehingga dalam menjalankan aktifitas rutin itu tidak ada gangguan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, honorer K2 di Kudus juga sudah lama melakoni aktivitasnya sebagai tenaga honorer. Di situlah bentuk tanggung jawab Pemkab Kudus untuk memperhatikan hal tersebut.

Menurutnya, hal itu selama ini juga sudah berjalan. Dan ke depannya akan tetap dilaksanakan, bahkan ditingkatkan. Yakni dengan tetap memberikan jam mengajar bagi para tenaga honorer.

Peran seorang pendidik, kata Joko merupakan hal yang sangat penting. Sebab peran pendidik yang nantinya menjadi pengisi kemerdekaan Indonesia lewat anak didiknya. ”Sehingga pendidikan merupakan penentu masa depan bangsa,” tegasnya.

Di Kudus, lanjutnya, pendidikan sangat diperhatikan dengan seksama. Seperti halnya soal anggaran tentang pendidikan, Pemkab Kudus telah menganggarkan lebih dari 20 persen. ”Lebih, bahkan melebihi 20 persen. Itu dilakukan untuk kemajuan bidang pendidikan di Kudus,” ujarnya.

Bahkan, Pemkab Kudus juga memiliki progam Wajib Belajar 12 Tahun. Hal itu menjadikan percontohan bagi daerah lain, di mana hal itu membuktikan bahwa Kudus adalah sebuah daerah yang sangat memperdulikan pendidikannya.

Perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, tidak hanya berlaku pada sekolah negeri saja. Melainkan kepada sekolah swasta juga diberlakukan hal yang sama.

”Beasiswa tetap kami berikan. Seperti misalnya adanya dana pendamping BOS yang diberikan untuk setiap siswa, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta,” jelasnya.

Dengan dijamin tetap dapat mengajar seperti sedia kala, membuat ratusan K2 sangat bahagia. Sebab nasib mereka kini sudah mengarah kepada yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Seperti diungkapkan Ermi Kristianti, seorang guru honorer K2 di SD 1 Purwosari. Dia mengaku sangat bahagia atas solusi dari Bupati Kudus H Musthofa, atas permasalahan yang menimpa tenaga honorer kategori dua.

Selama ini dia mengaku, hanya mendapatkan honor sebesar Rp 250 ribu per bulan. Sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. ”Dengan usulan honor sebesar Rp 1.608.200 per bulan, maka saya yang mengabdi sejak 2004 lalu, akan sangat bahagia sekali. Apalagi nanti ada jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Makin membuat kami lebih tenang mengajar,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →