Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Bupati Kudus Tegaskan Jika Honorer K2 Harus Digaji Sesuai UMK 2016



Reporter:    /  @ 07:38:32  /  16 Februari 2016

    Print       Email
Bupati Kudus H Musthofa bersama dengan jajaran tenaga honorer kategori II (K2). Bupati menegaskan bahwa tenaga honorer K2 harus mendapatkan gaji senilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2016. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus H Musthofa bersama dengan jajaran tenaga honorer kategori II (K2). Bupati menegaskan bahwa tenaga honorer K2 harus mendapatkan gaji senilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2016. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tenaga honorer kategori II (K2) di Kabupaten Kudus mendapatkan kabar mengembirakan dari Bupati Kudus H Musthofa. Pasalnya, bupati menegaskan bahwa mereka harus dibayar atau digaji sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kudus tahun 2016 ini.

Hal itu disampaikan Bupati Kudus H Musthofa saat menerima audiensi dari para tenaga K2, di pendapa kabupaten. Menurutnya, komitmen pihaknya sejak awal adalah memperjuangkan supaya kesejahteraan tenaga honorer K2 ini supaya bisa meningkat.

”Salah satunya dengan memperjuangkan supaya gaji tenaga honorer K2 ini, bisa sesuai UMK 2016. Yakni sebesar Rp 1.608.200 per bulannya,” tegas bupati, disaksikan ratusan tenaga honorer K2, saat audiensi Senin (15/2/2016).

Bupati mengatakan, hal itu merupakan inisiatif yang dilakukan pihaknya, dalam rangka menghargai dan menghormati tenaga honorer, yang telah mengabdi cukup lama. ”Mereka berhal mendapatkan imbalan yang layak,” katanya.

Menurutnya, jumlah tenaga honorer di Kudus berjumlah 225 orang. Dan bukan itu saja kabar gembira bagi mereka. Melainkan juga menyangkut kesehatan dari masing-masing tenaga K2 itu.

Bupati mengatakan, nantinya pihaknya akan mengusulkan ratusan tenaga honorer yang didominasi dari tenaga kependidikan itu, untuk mendapatkan jaminan kesehatan serta jaminan pekerja. ”Hal itu dilakukan dengan mendaftarkan mereka ke BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.

Keseriusan dalam melaksanakan hal itu, kata bupati yang sudah dua periode memimpin itu, memang sudah dipersiapkan dengan baik. Termasuk terkait alokasi anggarannya, juga dipersiapkan. Rencananya, anggaran untuk menjamin ratusan tenaga honorer K2 itu, sejumlah Rp 6 miliar.

Anggaran untuk membayar honor tenaga honorer sesuai UMK 2016, rencananya akan diusulkan melalui APBD Perubahan 2016. Apabila tidak ada hambatan, pembahasan APBD Perubahan diperkirakan bisa dimulai pada bulan Maret 2016 mendatang.

Langkah untuk memperjuangkan K2 itu, juga masuk dalam visi Bupati Kudus H Musthofa, pada periode kedua masa kepemimpinannya. Dalam visi tersebut menargetkan masyarakat Kudus semakin sejahtera. Dan itu tidak hanya dirasakan para pelaku usaha, karena tenaga honorer K2 di Kudus juga akan merasakannya.

”Bahkan ketika ada gaji ke-13, juga akan kami perjuangkan semaksimal mungkin. Hal itu agar kesejahteraan tenaga K2 ini, mendekati pegawai negeri sipil (PNS),” ujarnya.

Dia berharap, jika melihat perhatian pemkab terhadap tenaga honorer cukup besar, maka harus diimbangi pula dengan kinerja tenaga honorer K2 menjadi lebih baik lagi.

”Nantinya, kami akan melakukan monitoring dan pengawasan kualitas tenaga honorer tersebut, guna melihat kinerja mereka. Apalagi setelah mendapatkan honor dan jaminan kesehatan maupun ketenagakerjaan,” paparnya.

Koordinator tenaga honorer K2 Kudus Yuni Rokhayati mengakui, apa yang dilakukan Bupati Kudus H Musthofa itu, adalah sebuah solusi yang diharapkan pihaknya.

Ini setelah sejumlah tenaga honorer K2 dari Kudus ikut demo di Jakarta pada 9 Februari 2016 lalu untuk menuntut diangkat menjadi CPNS 2016 dan tidak ada hasilnya, menurut Yuni apa yang dilakukan bupati itu, menjadi hal yang sangat menggembirakan bagi dirinya dan rekan-rekan.

”Memang persoalan K2 ini, dikembalikan ke daerah untuk menuntaskannya. Dan kami bersyukur karena Bapak Bupati Kudus H Musthofa memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi tenaga honorer. Misalnya dengan honor sesuai UMK Kudus 2016, serta jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Mudah-mudahan semakin membuat semangat para K2 di Kudus untuk terus bekerja dengan baik,” ungkapnya.

Editor: Merie     

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →