Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

DPRD Kudus Komisi C Kecewa dengan Pemkab



Reporter:    /  @ 21:49:02  /  15 Februari 2016

    Print       Email
Rapat Komisi C dengan Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMPESDM) Kudus. (Istimewa)

Rapat Komisi C dengan Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMPESDM) Kudus. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi C DPRD Kudus menyampaikan kekecewaannya lantaran banyak proyek infrastruktur yang ada di Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMPESDM), yang hingga kini belum dilaksanakan.

Kekecewaan tersebut disampaikan rapat koordinasi yang digelar di gedung DPRD Kudus, Senin (15/2). Kekecewaan Komisi C juga memuncak lantaran dari sekian proyek yang terancam tertunda pengerjaannya tersebut, justru program aspirasi yang dibawa anggota dewan.

Jalannya rapat sempat sedikit memanas saat anggota Komisi C menyinggung tindakan dinas yang mempublikasikan daftar proyek ke masyarakat umum. Karena, dalam publikasi tersebut dinas sengaja menyebutkan ada sekitar Rp 80 miliar proyek yang merupakan dana aspirasi dewan.

”Terus terang kami tidak terima kalau itu disebut dana aspirasi. Sebab, sesuai mekanisme anggaran tidak ada yang namanya dana aspirasi, melainkan program aspirasi,” ujar Ketua Komisi C, Agus Imakuddin.

Menurut politisi yang akrab disapa Udin tersebut, penyebutan dana aspirasi memancing persepsi negatif dari publik. Sebab, kesan yang muncul proyek tersebut adalah proyek titipan dari anggota dewan.

Tak kalah keras, anggota Komisi C lainnya, Rokhim Sutopo juga kecewa dengan tindakan dinas tersebut.

Menjawab kritikan tersebut, Kepala Dinas BMPESDM Samani Intakoris pun tak kalah ketus. Menurutnya, program tersebut memang merupakan aspirasi anggota dewan. Sehingga para anggota dewan tak perlu khawatir atas tudingan miring dari masyarakat. ”Kalau memang tidak ada persoalan, ya tidak usah khawatir. Sebab, yang sering diperiksa (oleh aparat hukum, red) adalah kami,” kata Samani.

Terkait pelaksanaan proyek infrastruktur di dinasnya, menurut Samani, sesuai jadwal sudah dimulai pada Maret hingga April mendatang. Hanya saja, ada beberapa proyek terutama yang program aspirasi dari dewan yang akan tertunda karena program tersebut belum masuk dalam RKPD APBD 2016.

Samani menjamin kalau proyek-proyek aspirasi tersebut tetap akan dijalankan. Dengan syarat proyek tersebut harus diajukan dalam RKPD APBD Perubahan 2016.

Menurut Samani, di dinasnya sejauh ini ada sekitar 154 proyek dengan anggaran Rp 210 Miliar. Dana tersebut Rp 150 diantaranya berasal dari APBD, Rp 63 miliar dari DAK dan Rp 44 miliar dari Bangub.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →