Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Mardikun, Si Pembunuh 3 Nyawa dengan Racun Sianida, Tewas di Pati



Reporter:    /  @ 20:31:47  /  15 Februari 2016

    Print       Email
Mardikun (paling kiri) bersama dua rekannya saat berada di ruang tahanan Pengadilan Negeri Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Mardikun (paling kiri) bersama dua rekannya saat berada di ruang tahanan Pengadilan Negeri Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Mardikun, seorang yang menjadi dalang di balik meninggalnya pasangan suami istri dan tamunya di Desa Penanggungan, Kecamatan Gabus, Pati, akhirnya tewas setelah beberapa pekan diputuskan hukuman pidana penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Pati.

Mardikun menghembuskan napas terakhir pada Minggu (14/2/2016) siang sekitar pukul 11.30 WIB, usai mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soewondo Pati.

Hal itu diamini Petugas Kesehatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pati Diana Margayanti. “Mardikun sempat mengeluh sakit sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, tidak ada tim medis karena hari libur. Karena kondisinya semakin parah, akhirnya tim medis datang untuk memeriksa keadaannya,” tutur Diana kepada MuriaNewsCom, Senin (15/2/2016).

Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas kesehatan datang ke Lapas dan memeriksa Mardikun. Hasil pemeriksaan, Mardikun mengalami tekanan darah tinggi mencapai 154/100.

“Kita observasi dengan memberikan obat. Selang satu jam, kami berikan makan dan obat batuk karena dia juga sakit batuk. Kami tensi lagi sekitar pukul 11.00 WIB, tensinya menurun tapi masih kategori tinggi yaitu 140/100,” katanya.

Kendati begitu, kondisi kesehatan Mardikun terus menurun dan akhirnya dirujuk ke RSUD Soewondo. Setelah dibawa ke IGD, Mardikun akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Seperti diketahui sebelumnya, Mardikun bersama dua rekannya, Suwarno alias Mbah To dan Eko Sutaryo, terbukti di persidangan telah membunuh pasangan suami istri dan tamunya menggunakan racun jenis sianida yang dicampurkan dalam minuman.

Atas perbuatannya yang tega menghabisi tiga nyawa tersebut karena urusan hutang-piutang, ketiganya akhirnya diganjar hukuman pidana seumur hidup pada Selasa (5/1/2016).

Saat itu, kondisi Mardikun memang sudah tidak wajar dan badannya menjadi sangat kurus dibandingkan waktu ditangkap Jajaran Polres Pati pada Minggu (12/4/2015).

Suasana murung dan stres beberapa kali menghampiri wajah Mardikun dalam persidangan. Bahkan, ia sempat terlibat saling pukul dengan kedua rekannya sendiri di mobil tahanan.

Kini, Mardikun yang dikenal sebagai dukun pengganda uang itu akhirnya meninggal dunia. Jenazah Mardikun dibawa ke kampung halaman di Desa Ngaringan, Kecamatan Todanan, Blora dan dimakamkan di TPU setempat.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Keluarga Korban Puas Hakim Putuskan Hukuman Seumur Hidup, Mardikun Cs Saling Pukul 

Keluarga Korban Minta Mardikun Cs Dihukum Mati 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →