Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Miris, Sepulang Sekolah Sejumlah Anak di Kudus Pilih Meminta-Minta



Reporter:    /  @ 16:19:25  /  15 Februari 2016

    Print       Email
ilustrasi pengemis

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bukan hanya orang tua saja yang menjadi pengemis, namun sejumlah anak-anak usia sekolah dasar juga memilih menjalani sebagai seorang pengemis. Dalam aktivitas harian mereka, selesai sekolah mereka langsung turun ke jalan untuk meminta-minta.

Biasanya, para anak-anak itu beraksi di kawasan perempatan perempatan atau di Simpang Tujuh. Dalam menjalankan kegiatannya, mereka tidak berjalan sendiri melainkan secara berkelompok.

Seperti halnya A, seorang pengemis anak-anak yang biasa mangkal di Simpang Tujuh. Menurut dia, biasanya dia melakukan aksinya mulai pukul 14.00 WIB hingga petang. Dalam sehari, dia mendapatkan uang pemberian pengguna jalan kisaran Rp 25 ribu.

”Sedikit, Rp 25 ribuan dalam sehari. Tapi kalau lagi ramai ya bisa lebih dari itu,” katanya Kepada MuriaNewsCom.

 

Menurutnya, meski meminta-minta namun pihaknya bersama teman-temannya tidak pernah absen sekolah. Sebab mereka tetap bersekolah seperti biasanya tiap harinya, meskipun usai melakukan aktivitas pendidikan mereka meminta-minta.

Jika malam hari, dia  yang masih duduk di bangku SD mengungkapkan keingingan untuk belajar. Namun jika tidak ada yang mengajari, maka mereka langsung turun ke jalanan untuk kembali meminta-minta.

”Uangnya diberikan kepada orang tua kami. Mereka juga tahu kalau kami meminta-minta. Ya bagaimana lagi, kami kan membantu orang tua,” jelasnya.

Sebelumnya, kepala Dinsosnakertrans Ludhful Hakim pernah mengungkapkan, jika persoalan pengemis memang tidak mudah untuk ditangani. Untuk itulah pihak Dinsos sedang menggagas adanya perda yang mengatur tentang pengemis.

”Kita usulkan aturan untuk pengemis, yang mana sasarannya adalah pengguna jalan tentang larangan memberi kepada para pengemis,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Ternyata, Pengemis di Kudus Ini Hampir Tiap Hari Tukarkan Uang Recehnya Rata-rata Rp 200 Ribu per Hari

Wow! Penghasilan Pengemis di Kawasan Menara Kudus Lebih Besar dari PNS

Di Menara Kudus Pengemis Ketakutan Lihat Satpol PP

Sering Ditertibkan, Pengemis di Kawasan Menara Kudus Masih Tak Kapok

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →