Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pedagang Pasar Pagi Purwodadi Masih Ada yang Enggan untuk Direlokasi



Reporter:    /  @ 15:06:02  /  15 Februari 2016

    Print       Email
Pemkab Grobogan melangsungkan audiensi dengan perwakilan pedagang pasar pagi terkait rencana relokasi di tempat baru (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pemkab Grobogan melangsungkan audiensi dengan perwakilan pedagang pasar pagi terkait rencana relokasi di tempat baru (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Rencana Pemkab Grobogan untuk merelokasi ratusan pedagang pasar pagi yang ada di komplek bekas Stasiun Purwodadi tampaknya menemui sedikit kendala. Hal itu telihat dalam audiensi dengan perwakilan pedagang yang dilangsungkan di ruang rapat wakil bupati, Senin (15/2/2016).

Dalam audiensi itu, beberapa perwakilan pedagang menyatakan setuju dengan rencana relokasi. Namun, sebagian ternyata menolak untuk direlokasi di tempat baru dengan beberapa alasan. Seperti, khawatir omzetnya turun, letaknya terlalu jauh dan soal harga sewa tempat baru yang nanti menjadi beban tersendiri di kemudian hari.

Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki yang memimpin audiensi itu menyatakan, untuk merelokasi pedagang pasar pagi yang ada di sebelah timur Pasar Induk, Pemkab Grobogan sudah menyiapkan dana Rp 11 miliar. Dana sebanyak ini akan dipakai buat membangun tempat jualan baru yang disiapkan di sebelah timur Pasar Agro di Jalan Gajah Mada Purwodadi.

“Tempat yang ada sekarang tidak layak untuk berjualan. Karena lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut karena berada di tengah kota. Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI, sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” kata Dasuki.

Sementara itu, Budi Susilo, Ketua Komisi B DPRD Groboganmengingatkan, agar kasus yang terjadi pada pedagang di bekas Stasiun Kedungjati tidak terulang. Dimana, para pedagang disana terpaksa kehilangan tempat jualan karena lahannya dipakai lagi oleh PT KAI.

“Perlu diketahui, upaya yang kita lakukan ini adalah untuk membantu para pedagang agar punya tempat berjualan yang aman, bersih dan tidak takut jika sewaktu-waktu bakal kena gusuran. Jangan sampai kasus di Kedungjati terulang pada pedagang pasar pagi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →