Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Pati  >  Artikel ini

Pemkab Pati Diminta Peduli Wanita Lumpuh yang Hidup Sebatang Kara



Reporter:    /  @ 14:31:50  /  15 Februari 2016

    Print       Email
Kades Winong beserta perangkat desa menjenguk kondisi Hartini yang terbaring di kamarnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kades Winong beserta perangkat desa menjenguk kondisi Hartini yang terbaring di kamarnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Hartini (32), seorang wanita lumpuh yang hidup di sebuah rumah kecil di Desa Winong RT 18 RW 1, Kecamatan Pati sudah dua tahun tak pernah mendapatkan penanganan medis terkait penyakitnya itu.

Jangankan perawatan medis, sekadar makan dan minum saja harus menunggu uluran tangan tetangga yang peduli. Padahal, tetangga yang berdampingan dengan rumah Hartini tergolong warga kurang mampu.

Baca juga : Kasihan! Sudah 2 Tahun Menderita Lumpuh, Wanita Asal Winong Pati Ini Malah Ditinggal Suami

Karena itu, pihak pemerintah desa dan tetangga berharap agar Pemkab Pati bisa peduli. ”Kami benar-benar berharap agar Pemkab atau dinas terkait bisa memberikan uluran tangan supaya Hartini dapat hidup layak,” ujar Kepala Desa Winong Jarnawi kepada MuriaNewsCom, Senin (15/2/2016).

Pihak Pemdes selama ini juga membantu Hartini melalui program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM), dengan membangunkan rumah kecil. Karena selama ini Hartini hidup dalam rumah bambu yang tidak layak.

Pemdes juga memberikan fasilitas listrik untuk menerangi rumah Hartini. Namun, pihaknya belum sanggup untuk melakukan pengobatan karena diagnosa medis terkait dengan penyakit Hartini belum diketahui secara pasti.

”Itulah sebabnya, selama dua tahun mengalami kelumpuhan total, Hartini belum minum obat atau mendapatkan penanganan medis. Ini kami rencananya mengupayakan adanya jamban dan kamar mandi untuk Hartini. Kami berharap besar Pemkab Pati bisa mengulurkan tangan,” imbuh Jarnawi.

Sementara itu, Hartini mengaku suaminya bernama Mad Sururi yang merupakan warga Desa Kudur, Kecamatan Pucakwangi itu meninggalkannya ke Malaysia sejak Agustus 2015 dalam kondisi sudah sakit.

”Dulunya saya ada riwayat kencing manis. Saya masih punya suami dan belum cerai. Saya ingin sembuh,” harap Hartini dengan suara lirih dan tidak jelas sembari meneteskan air mata.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →