Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Setir Dol, Selalu Menjadi Kisah Sopir Korban Kecelakaan di Lingkar Bancak Payaman



Reporter:    /  @ 11:51:08  /  15 Februari 2016

    Print       Email
Tikungan Bancak Jalan Lingkar Payaman, Mejobo yang kerap terjadi kecelekaan, warga sekitar mengimbau pengguna jalan yang melintas hati-hati, berdoa, dan permisi dengan membunyikan klakson. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tikungan Bancak Jalan Lingkar Payaman, Mejobo yang kerap terjadi kecelekaan, warga sekitar mengimbau pengguna jalan yang melintas hati-hati, berdoa, dan permisi dengan membunyikan klakson. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tidak dipungkiri, tikungan jalan lingkar yang berada di timur Dukuh Bancak, Desa Payaman, Mejobo ini kerap terjadi kecelakaan. Penyebabnya variatif, namun tak jarang yang memiliki kisah serupa. Yaitu banyak sopir yang mengaku setir pengendaliannya ada yang menarik secara tiba-tiba.

Salah satu warga Bancak RT 3 RW 4 Payaman Dani mengatakan, rata-rata korban kecelakaan yang masih hidup itu pasti menceritakan kejadian aneh sebelum kecelakaan. ”Mereka mengatakan setir pengendalinya tiba-tiba seret, mati, dol atau tiba-tiba ada sesosok anak kecil yang duduk di samping kemudi,” paparnya.

Dia menilai, alasan itu memang masuk akal. Sebab disaat setelah hujan, memang daerah tikungan jalan Lingkar Timur Dukuh Bancak ini sering terlihat ada anak kecil yang tidak berbusana lari-lari di tengah jalan.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, sebelum adanya Polsek Mejobo berkantor di Jalan Lingkar Payaman, memang disaat ada kejadian kecelakaan yang menolong pertama kali yakni warga setenmpat.

”Cerita pengemudi yang menjadi korban kecelakaan itu memang beragam, tapi mayoritas serupa. Mereka bercerita kepada warga yang menolongnya, yang tiba-tiba setir pengendalinya dol atau seret,” ujarnya.

Sementara itu, alasan tersebut juga dikemukakan Mulyanto pengemudi Colt L 300 korban kecelakaan tunggal di tikungan Bancak Jalan Lingkar Payaman. Ia  mengalami kecelakaan dengan terjun ke sawah dari arah Rembang akan ke Semarang untuk mengangkut kotak ikan asin pada Sabtu (17/10/2015) silam.

”Ya setidaknya bila orang yang tahu adat Jawa maka sebelum memasuki wilayah tikungan, jembatan atau perbatasan harus kulon nuwun atau membunyikan klakson dahulu. Supaya barang halus yang berada di tengah jalan menepi,” tuturnya.

Dia menambahkan, di area sekitar tikungan itu memang diyakini warga ada pundennya. Sehingga setiap pengemudi yang melintas harus berhati-hati. ”Apakah mereka percaya bangsa halus atau tidak, yang penting hati-hati dan berdoa demi keselamatan,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Dianggap Angker, Warga Luar Daerah Sampai Tabur Bunga di Jalan Lingkar Payaman Mejobo Kudus

Ini Misteri di Jalan Lingkar Kudus yang Angker

Sang Sopir Sebut Ada Keanehan Saat Mobilnya Nyungsep ke Sawah

Ini Penyebab Colt L300 Nyungsep ke Sawah

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →