Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Sebelum Meninggal, Bagus Sempat Menelepon Ibunya di Kudus



Reporter:    /  @ 10:52:52  /  15 Februari 2016

    Print       Email
Suprawanti (63) menunjukan foto almarhum putranya Bagus Budi Wibowo (paling kanan berkacamata). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Korban perampokan metromini

MuriaNewsCom, Kudus – Bagus Budi Wibowo (42) karyawan PT Telkom yang meninggal diduga didorong dari atas bus usai dirampok di bus Metro Mini di Jakarta itu, berasal dari Dukuh Kemang RT 4 RW 5, Karangbener, Bae. Hingga saat ini, masih meninggalkan isak tangis yang mendalam bagi keluarga korban.

Pasalnya, penyebab pria berkacamata itu meninggal diduga lantaran menjadi korban perampokan di Metro Mini Jakarta. Sebelumnya dia sempat menelepon ibunya yang beranama Suprawanti (63) di Kudus.

Baca juga : Korban Tewas Perampokan Metro Mini Dimakamkan di Kudus

”Sebelum kejadian itu, sekitar Rabu (10/2/2016) malam dirinya sempat menelepon saya. Bertanya kabar, bertanya apakah saya dibelikan makanan kesukaan saya oleh adiknya, dan bertanya apakah saya sudah diajak jalan-jalan oleh adiknya yang berkunjung dari Mataram NTB,” cerita Suprawanti, di kediamannya Dukuh Kemang RT 4 RW 5, Karang Bener, Bae Senin (15/2/2016).

Kepergian pria yang meninggalkan istri bernama Kholifah Hanim (39) dan dua orang anak yang bernama Ramadana Milinio yang duduk di kelas 1 SMA dan Winona Putri Layina yang masih duduk di kelas 2 SMP ini, memang membuat seluruh keluarga sangat kehilangan.

”Menurut cerita kernet Metro Mini yang ditumpanginya, Kamis (11/2/2016) sekitar pukul 19.00 WIB terjadi perampokan di dalam bus tersebut. Dalam perampokan, pelakunya berhasil mengambil uang dan ponsel Bagus. Namun setelah itu, anak saya Bagus masih bisa melawan dan sambil memeluk erat laptopnya. Tapi, Bagus malah didorong dari atas Metromini. Ia tergeletak, punggung memar, dan kepala terbentur jalan dengan posisi memegang erat laptopnya,” paparnya.

Dia melanjutkan, setelah kejadian itu, kernet dan sopir Metro Mini tersebut langusng melarikan Bagus ke Rumah Sakit. Selang beberapa jam, Jumat dini hari pukul 01.30 WIB pihak keluarga Kudus dikabari oleh Kholifah Hanim istri dari korban, bahwa Bagus kritis.

Dari situlah, pihak keluarga Kudus langsung berangkat ke Jakarta. Pada Jumat (12/2/2016) hinga Sabtu (13/2/2016) keadaan korban masih kritis.

”Bagus meninggal dunia Sabtu (13/2/2016) setelah asar. Pihak keluarga, saya dan pihak istri Bagus berembug untuk akan disemayamkan di Bogor tempat tinggalnya atau di Kudus tempat asalnya,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →