Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Mempertanyakan Nasib Eks Gafatar Kudus



Reporter:    /  @ 11:07:48  /  14 Februari 2016

    Print       Email

ilustrasi gerakan gafatar

MuriaNewsCom, Kudus – Dinamika kehidupan dikenal istilah klimaks (posisi puncak) dan antiklimaks (masa akhir dari puncak). Bila dirunut, peran media khususnya pada akhir Januari 2016,  gencar memberitakan aksi eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Termasuk pemerintah pun sigap dan memulangkan dari lokasi (di wilayah Kalimantan) ke Jawa dan lainnya.

Mengikuti dinamika ini, Moh Rosyid, peminat kajian komunitas minoritas Kudus menyatakan, sudahkah pemerintah pusat dan daerah memenuhi kewajibannya melindungi, memfasilitasi, dan memenuhi hak warga eks Gafatar setelah berada di kampung halamannya? Menteri Agama mewanti-wanti pada pegawai fungsionalnya di daerah, yakni penyuluh agama agar membina nalar pikir eks Gafatar.

“Pembinaan didasari pemahaman Kemenag bahwa Gafatar organisasi yang sesat dan menyesatkan, diperkuat terbitnya fatwa MUI No.6/2016 yang memvonis Gafatar sesat,” kata Rosyid dalam rilis pers ke MuriaNewsCom, Minggu (14/2/2016).

Kemensos juga sudahkah mewujudkan janjinya mengembalikan aset warga Gafatar yang di Kalimantan? Pemda apakah sudah memfasilitasi sumber ekonomi warganya yang eksGafatar? Tak dimediakannya nasib eks Gafatar pascapemulangan, tak jelas pula kehidupannya yang menjadi tanggung jawab pemerintah. “Terkesan pemerintah cul glanggang (dilepas nasibnya,red),” ungkapnya.

Hak dasar yang harus terpenuhi adalah sumber ekonomi, pendidikan anak, dan modal usaha. Hemat Rosyid, yang juga dosen STAIN Kudus, tak utuhnya pemberitaan media tentang eks Gafatar menjadi faktor resahnya masyarakat dan terjadinya pemulangan paksa dan tak dikawalnya nasib setelah kepulangan.  Bagi Pemda Kudus, 12 KK dengan 55 jiwa eks Gafatar merupakan kewajibannya menyejahterakan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →