Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Apoteker Kenalkan Waspada Obat ke Siswa di Jepara



Reporter:    /  @ 20:08:32  /  13 Februari 2016

    Print       Email
Kegiatan apoteker di SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kegiatan apoteker di SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dalam penggunaan obat dengan bijak harus dimulai dengan mau membaca kemasan dan kritis bertanya pada apoteker atau dokter. Begitu yang disampaikan apoteker yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Nia Trisnawati Dalam Peringatan Hari Farmasi 14 Februari, di SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara.

Menurutnya, beberapa obat tidak hanya bermanfaat sebagai penyembuh, tapi juga pencegah penyakit, sehingga penting bagi pengguna untuk memahami manfaat dan dampak dari obat.

“Beberapa obat yang tidak hanya berfungsi sebagai kuratif (penyembuh) tapi juga untuk fungsi preventif (pencegah) untuk mencegah kekambuhan atau efek samping. Jadi pengguna obat harus patuh sekaligus kritis saat menerima obat,” tuturnya, Sabtu (13/2/2016).

Dia menambahkan, kurangnya pemahaman masyarakat dan informasi yang memadai tentang penggunaan obat menyebabkan penggunaan antobiotik secara tidak tepat yang memicu resistensi. Penggunaan obat bebas dan bebas terbatas tanpa informasi kita ketahui beredar dengan bebas, maka dari itu, kita sebagai generasi muda lebih cermat dan teliti dengan macam obat apapun.

Selain itu, perlu adanya supervisi tenaga kesehatan, dan kurangnya pemahaman tentang cara menyimpan dan membuang obat dengan benar. Supaya obat yang kita minum tidak berisiko kepada pribadinya. Lebih lanjutnya, Nia menambahkan bahwa apoteker dan tenaga farmasi juga sangat berperan penting dalam penggunaan obat secara rasional. Tenaga kesehatan juga harus aktif menjelaskan kepada masyarakat agar cermat dalam menggunakan obat.

“Masyarakat harus kritis ketika mendapat resep dokter. Ketika menebus obat, harus ditanya terlebih dahulu, obat yang dituliskan berguna untuk apa. Kalau membeli obat sendiri baca indikasinya, kandungan obat, jenis obat, kontra indikasi, aturan pakai, dan sebagainya. Bila perlu tanya informasi yang jelas dari apoteker,” pesannya.

Kepala SMK Fadlun Nafis Bangsri, Ahmad Efendi mengimbau kepada seluruh peserta seminar berhati-hatilah dalam penggunaan obat. Jangan hanya langsung minum. Alangkah baiknya, kita harus tanyakan kepada apoteker atau dokter. Harapnya, dengan adanya ini dapat memupuk peserta seminar yang dihadiri dari kalangan pelajar. Semoga kita menjadi generasi yang sehat dan bermanfaat.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →