Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Produk Olahan Ikan di Jepara Sangat Rendah



Reporter:    /  @ 17:54:44  /  13 Februari 2016

    Print       Email
Akttivitas perikanan di Tempat Pelelangan Ikan di TPI Ujung Batu Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Akttivitas perikanan di Tempat Pelelangan Ikan di TPI Ujung Batu Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Khusus untuk kekayaan laut dan perikanan saja, sudah tidak diragukan lagi. Namun, faktanya hasil produk olahan perikanan di Kota Ukir justru rendah jika dibanding daerah lain, baik perikanan tangkap maupun budi daya.

Berdasarkan hasil riset oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Bappeda Jepara, laut Jepara merupakan salah satu tempat berkumpulnya ikan. Sebab plankton maupun makanan ikan lainnya banyak terdapat di laut Jepara. Hal itu dikuatkan dengan data dari Himpunan Nelayan Seluruh Indoensia (HNSI) Jepara yang menyebutkan jika hasil tangkapan nelayan Jepara yang mencapai 2.700 ton sepanjang 2015. Di sektor perikanan budi daya selama tahun 2015 mampu menghasilkan 29.000 ton lebih.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jepara Achid Setiawan mengatakan, salah satu kelemahan Jepara adalah kebisaan nelayan yang langsung menjual hasil tangkap tanpa diolah terlebih dahulu sehingga kurang memiliki nilai tambah. Menurutnya, masalah ini juga tak lepas dari tidak ada bidang pada dinasnya yang menangani langsung masalah ini.

”Dinas tahun ini akan menambah bidang baru, yaitu bidang pengolahan dan pemasyarakatan perikanan,” ucapnya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, bidang ini dapat digunakan untuk mengetahui minat dan keinginan masyarakat dalam usaha pengelolaan hasil perikanan. Selain itu, juga bertugas menampung investor yang ingin mendirikan industri di bidang pengelolaan perikanan. Dengan kebijakan ini diharapkan nilai jual hasil tangkapan atau budi daya bisa meningkat.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →