Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Debit Air Sungai di Tanggulangin Kudus Tetap Wajib Diwaspadai



Reporter:    /  @ 18:44:36  /  12 Februari 2016

    Print       Email
TNI, Polisi beserta warga masih mengerjakan peninggikan tanggul dengan menggunakan tanah atau batu yang dibungkus dengan karung di Tanggulangin, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

TNI, Polisi beserta warga masih mengerjakan peninggikan tanggul dengan menggunakan tanah atau batu yang dibungkus dengan karung di Tanggulangin, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah debit air meninggi sekitar 800 meter kubik per detik pada Kamis (11/2/2016), kini debit air sungai Wulan di Tanggulangin, Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, sudah menurun drastis.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Jati AKP Catur Kusuma Adhi. Dia mengatakan per Jumat (12/2/2016) sekitar pukul 10.00 WIB, debit air di Tanggulangin, turun hingg 542 meter kubik per detik.
“Penurunan debit air itu dimulai pukul 10.00 WIB. Sebab sebelum itu masih di sekitar 800 meter kubik per detik,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk penurunan debit air di Tanggulangin juga harus selalu diwaspadai. Yakni dengan cara menambah atau peninggian tanggul lagi. Supaya saat meluap, air itu tidak sampai meluber ke pemukiman warga.

Dari pantauan MuriaNewsCom, peninggilan tanggul dilakukan dengan menggunakan tanah dan batu yang dimasukkan ke dalam karung tersebut kini masih dilakukan.

“Kami beserta TNI, dan satpam perusahaan yang ada di Jati Wetan, banser serta warga Tanggulangin ini masih mengerjakan peninggian tanggul. Sebab kewaspadaan harus bisa terjaga,” ujarnya.

Pihaknya berharap warga yang berada di wilayahnya dapat meningkatkan kewaspadaan. Khususnya saat meluapnya air. Selain itu, warga hendaknya mempunyai kesadaran untuk melakukan kerja bakti meninggikan tanggul.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →