Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Demi Penuhi Kebutuhan, Jamian Rela Mengais Rezeki di Atas Tumpukan Sampah di Sungai Wulan yang Meluap



Reporter:    /  @ 10:40:41  /  12 Februari 2016

    Print       Email
Tumpukan sampah di Sungai Wulan, menjadi peluang tersendiri bagi pemulung mengais rezeki. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tumpukan sampah di Sungai Wulan, menjadi peluang tersendiri bagi pemulung mengais rezeki. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rasa bahaya dan khawatir sepertinya sudah hilang di benak para pemulung di kawasan Sungai Wulan. Salah satunya Jamian. Demi memenuhi kebutuhan hidupnya ia rela memilah tumpukan sampah yang mengambang di atas aliran Sungai Wulan, lebih tepatnya di depan Waduk Lawang Songo, Kalirejo, Undaan.

”Berhubung ini ada tumpukan sampah banyak, saya memungut di sini saja. Dan tidak perlu jalan jauh atau keliling desa. Hanya di satu tempat ini saja bisa terkumpul banyak,” kata Jamian yang mengaku berasal dari Grobogan.

Tumpukan sampah yang mengambang di Sungai Wulan tersebut sangat banyak. Sehingga bila diinjak tidak akan tenggelam. ”Sampah ini banyak dan padat. Otomatis bila diinjak tidak ambles. Selain itu, luapan sampah ini juga hampir menutupi lebarnya sungai wulan ini,” ujar Jamian.

Ia melanjutkan, dari berbagai macam sampah yang ada, pihaknya mengambil botol bekas atau sampah yang terbuat dari plastik. Untuk pagi ini saja sudah mendapatkan satu karung botol bekas.

Hal serupa dibenarkan pengunjung Waduk Lawang Songo dari Undaan Lor, Agus Muhyidin. Dia mengatakan, kemungkinan sampah itu tebalnya sekitar dua meter. ”Perkiraan itu lantaran saya tadi sudah coba menancapkan bambu di atas sampah. Bambu tadi ambles, tapi tidak basah terkena air sungai. Namun basahnya tidak merata lantaran hanya terkena sampah yang basah saja,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Luapan air Sungai Wulan itu masih sama dengan kondisi Kamis (11/2/2016) kemarin. Yakni dikisaran 800 meter kubik per detik. ”Kalau menurut saya, luapan airnya itu sama. Sebab Kamis kemarin saya juga menancapkan batang kayu di tepi lapangan Undaan Kidul yang terendam air, sebagai penanda naik turunnya luapan. Namun hingga hari ini, air itu masih berada di bawah batang pohon sekitar 20 cm yang saya tancapkan tersebut,” imbuhnya.

Baca juga : Debit Sungai Wulan Capai 800 Meter Kubik per Detik, Kapolsek Undaan Tingkatkan Patroli

Antisipasi Limpahan Air Bendung Klambu ke Sungai Wulan, BPBD Jepara Koordinasi dengan Daerah Lain

Bermodal Tongkat Bambu PBP Undaan Bersihkan Sampah Waduk Lawang Songo

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →