Loading...
You are here:  Home  >  Kesehatan  >  Artikel ini

Polio Mengancam, 42 Ribu Balita Rembang Diimunisasi



   /  @ 23:00:55  /  11 Februari 2016

    Print       Email
Penjabat Sekda Kabupaten Rembang, Hari Susanto menyampaikan sambutan dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016, Kamis (11/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Penjabat Sekda Kabupaten Rembang, Hari Susanto menyampaikan sambutan dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016, Kamis (11/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk memastikan anak-anak di Rembang bebas dari penyakit polio, puluhan ribu balita di wilayah setempat akan mendapat imunisasi secara serentak dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016.

Tak kurang dari 42.822 anak akan diberikan imunisasi di ratusan Posyandu dan Puskesmas mulai tanggal 8 hingga 15 Maret mendatang. PIN tahun ini ditargetkan memastikan tingkat imunitas terhadap polio pada populasi lebih dari 95%.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Aris Suryono saat memberikan laporan acara sosialisasi PIN 2016 di lantai IV Kantor Bupati, Kamis (11/2/2016).

“Pekan Imunisasi Nasional tahun ini akan mewujudkan kekebalan terhadap penyakit polio lebih dari 95%. Perlindungan terhadap polio diharapkan bisa lebih merata dari balita dari usia 0 sampai 59 bulan,” ungkapnya.

Aris menyebut, tahun ini imunisasi diberikan dengan cara oral dalam bentuk tetes di Pos PIN yang berjumlah 726 unit, posyandu dan puskesmas. Untuk mensukseskan PIN Polio ini, Dinas Kesehatan akan  mengerahkan kekuatan penuh.

“Dinas Kesehatan dalam hal ini juga akan mengerahkan 472 tenaga kesehatan dan menerjunkan 1.276 kader kesehatan. Mereka akan memastikan semua balita mendapatkan layanan imunisasi dengan by name by addres,” tambahnya.

Sementara itu Penjabat Sekda Kabupaten Rembang, Hari Susanto menegaskan bahwa pekan imunisasi ini tidak bisa hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan saja, tetapi untuk mensukseskannya butuh bantuan lintas sektor. Karena, empat tahun ke depan menjadi target pemberantasan penyakit ini secara secara global’.

“Peran unsur TNI, Polri, organisasi wanita, tokoh agama dan masyarakat dibutuhkan demi suksesnya program ini. Mengingat tahun 2020 merupakan target eradikasi polio di dunia,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →