Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Dagangan Tidak Laku, Puluhan PKL Menara Mengeluh ke Musthofa



Reporter:    /  @ 14:22:55  /  11 Februari 2016

    Print       Email
Bupati Kudus Musthofa saat kunjungan ke lokasi PKL Menara dan mendapat keluhan beragam dari pedagang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Kudus Musthofa saat kunjungan ke lokasi PKL Menara dan mendapat keluhan beragam dari pedagang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam kunjungannya ke kios pedagang kaki lima (PKL) Menara, Kamis (11/2/2016), Bupati Kudus Musthofa disambut dengan keluhan para pedagang.

Baca juga : PKL Menara Kudus Digoda Pemkab Biar Tergiur

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan pedagang yang mengeluarkan pendapatnya disaat temu akrab bersama Bupati Kudus di Pendapa Kabupaten pada Selasa (9/2/2016) kemarin. Salah satu pedagang Widya mengatakan, pihaknya yang juga menghadiri acara tersebut, melaporkan setelah adanya pembangunan kios baru ini, pendapatannya justru menurun drastis.

”Setelah pembangunan kios ini, sebanyak 65 kios ini malah jadi sepi pembeli,” katanya.

Dia menilai, sepinya pembeli itu lantaran peraturan lalu lintas atau transit para peziarah semakin semrawut. Sehingga para pedagang tidak bisa menjajakan dagangannya dengan maksimal.

Dari pantauan MuriaNewsCom, memang para peziarah sebelum menuju Menara atau makam Sunan Kudus, mereka melewati kios PKL dari gerbang barat menuju gerbang timur. Sehingga disaat selesai berziarah, peziarah tidak menyempatkan lagi untuk memasuki pasar atau lokasi PKL.

”Kita sebagai PKL hanya bisa melihat keramaiannya saja. Sebab peziarah hanya lewat saja. Setelah berziarah, mereka langsung menuju tukang ojek atau becak yang ada di sebelah timur Taman Menara ini. Sehingga dagangan kita sepi,” paparnya.

Dia melanjutkan, sebelum adanya tempat baru atau pengaturan transit peziarah ini, PKL bisa meraup penghasilan sebesar Rp 2 juta per pekan. Namun kini, para PKL selama lima hari ii tanpa ada pemasukan penghasilan sama sekali.

”Ya setidaknya transit dan kembalinya para peziarah bisa diatur lebih baik lagi. Selain itu, para tukang ojek dan tukang becak hingga kini belum ada tempatnya. Sehingga berjubel di jalan depan kelenteng. Dengan pengaturan yang baik, otomatis peziarah kembali lagi ke lokasi PKL dan berbelanja lagi seperti dahulu,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Musthofa mengatakan, untuk pembahasan ini pihaknya akan menindak lanjuti lagi pada Selasa pekan depan. Supaya masyarakat bisa mengeluarkan pendapatnya di saat temu akrab di Pendapa Kabupaten Kudus.

”Kita akan bahas lagi pekan depan. Dan ini juga sudah dikoordinasikan dengan tukang becak dan tukang ojek Menara,” imbuhnya.

Baca juga : Becak, Dokar dan Angkutan Menara Kudus Belum Dapat Solusi

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →