Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tahun Ini, Hasil Panen Jagung di Kawasan Hutan Grobogan Ditarget Capai 1 Juta Ton



Reporter:    /  @ 12:51:49  /  11 Februari 2016

    Print       Email
Panen raya jagung bersama Menteri BUMN Rini Soemarno di kawasan hutan petak 31F, RPH Plosokerep, BKPH Penganten, KPH Purwodadi, Kamis (11/2/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Panen raya jagung bersama Menteri BUMN Rini Soemarno di kawasan hutan petak 31F, RPH Plosokerep, BKPH Penganten, KPH Purwodadi, Kamis (11/2/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan yang dicanangkan pemerintah, Perum Perhutani pada tahun 2016 mengalokasikan sebagian lahan untuk ditanami komoditas pertanian. Khususnya padi dan jagung.

Baca juga : Siang Ini, Menteri BUMN Bakal Panen Jagung di Kawasan Hutan

Fantastis, Rp 100 Triliun Disiapkan untuk Kredit Usaha Rakyat dan Petani Grobogan

”Tahun 2016 ini, kita alokasikan lahan hutan buat tanaman padi seluas 15.363 hektare. Kemudian, lahan seluas 193.820 hektare kita siapkan buat tanaman jagung,” cetus Dirut Perum Perhutani Mustoha Iskandar dalam acara panen raya jagung bersama Menteri BUMN Rini Soemarno di kawasan hutan petak 31F, RPH Plosokerep, BKPH Penganten, KPH Purwodadi, Kamis (11/2/2016).

Dari luasan lahan hutan yang disediakan tersebut, lanjut Mustoha, ditarget menghasilkan gabah sebanyak 131.488 ton. Kemudian, lahan jagung diharapkan menghasilkan 1.220.131 ton. Sumbangan dari kawasan hutan itu diharapkan membantu memenuhi kebutuhan jagung nasional yang mencapai 20,2 juta ton.

Mustoha menegaskan, khusus untuk wilayah Grobogan, kawasan hutan yang berpotensi menghasilkan jagung seluas 21.670 hektare dengan target produksi 86.683 ton. Luasan hutan ini terdapat di empat KPH. Yakni, KPH Purwodadi 3.795 hektare, KPH Semarang 8.132 hektare, KPH Telawa 2.577 hektare, dan KPH Gundih 6.962 hektare.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno menambahkan, Perum Perhutani memang diminta membantu mengoptimalkan lahan yang dimiliki untuk membantu meningkatkan produksi jagung, padi, dan kedelai. Sebab, kebutuhan ketiga komoditas itu sangat tinggi dan pemerintah masih perlu melakukan impor guna memenuhi permintaan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →