Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Pengembangan Produk Desa Geneng Batealit Jepara Difokuskan



Reporter:    /  @ 17:49:27  /  10 Februari 2016

    Print       Email
Kegiatan yang diadakan di Desa Geneng, Batealit, Jepara. (Istimewa)

Kegiatan yang diadakan di Desa Geneng, Batealit, Jepara. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Tim KKN Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk, di Desa Geneng, Batealit, Jepara. Mereka bekerja sama dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Kabupaten Jepara, Selasa ( 9/2/2016).

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Geneng itu diikuti 30 peserta. Mereka merupakan pelaku usaha kecil di Desa Geneng. Di antaranya adalah pelaku usaha batik tulis Jepara, usaha sirup Jahe, kerajinan aksesoris, mebel, katering dan lainnya.

Lukman Ihsanuddin, Kordinator KKN di Desa Geneng mengatakan, pelatihan pengembangan dan pemasaran produk, merupakan progam dari KKN Unisnu di Desa Geneng. Tujuannya untuk mengenalkan potensi daerah, di antaranya batik tulis Jepara, tata boga, dan kerajinan aksesoris.

“Kegiatan ini kami sesuaikan dengan tema KKN Unisnu 2016, yaitu Pemberdayaan Masyarakat Melalui pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan. Dan kami mengajak kerja sama dengan BPC Hipmi Jepara, karena organisasi tersebut memiliki jaringan bisnis yang luas,” kata Lukman, yang juga Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dirilis yang dikirimkan tim KKN Unisnu Jepara.

Saat memberikan sambutan, Syamsul Anwar, Ketua Umum, BPC Hipmi Kabupaten Jepara mengatakan, tugas dari Hipmi Jepara adalah menularkan semangat dan pengalaman dalam berwirausaha untuk mengembangkan dunia usaha di Kabupaten Jepara.

“Kami tidak hanya memikirkan pekerjaan dalam bisnis usaha yang kami jalani, tapi juga memikirkan bagaimana agar dunia usaha yang sudah ada bisa berkembang menjadi lebih baik lagi, dan kami mendampingi pada pelaku usaha agar bisa mengakses pasar sehingga produk-produk lokal bisa ekspor,” kata Syamsul.

Ia juga menambahkan batik tulis Jepara perlu diperjuangkan seperti halnya kain tenun Troso yang awal-awal juga membutuhkaan perjuangan bersama, dan hasilnya sekarang tenun Troso menjadi andalan bagi Jepara, dan tidak menutup kemungkinan batik tulis Jepara juga akan seperti tenun Troso.

Dwi Bambang Hermawan, petinggi Desa Geneng menyampaikan, terima kasih kepada Tim KKN Unisnu dan Hipmi Jepara yang telah mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk bagi warga Desa Geneng.

“Ini juga ikut membantu progam Pemerintah Desa Geneng dalam meminimalisiasi pengangguran, sehingga menciptakan penghasilan bagi warga kami. Dan pengembangan dalam dunia usaha perlunya menekankan pada produk dengan selalu kreatif dan inovatif,” katanya.

Pelatihan yang dimoderatori Miswan Anshori dosen Fakultas Syariah dan Hukum memberikan pengantar pentingnya strategi dalam mengembangkan dan memasarkan usaha dalam dunia bisnis, salah satunya yaitu dengan fokus pada usaha.

“Menjadi pengusaha jangan cepat menyerah, dan jadikan kegagalan sebagai cambuk untuk bangkit menjadi lebih baik” kata Muhammad Habli Mubarok narasumber dalam pelatihan tersebut.

Ia memberikan strategi pada peserta pelatihan dalam pengembangan usaha, yaitu harus fokus dalam masa depan usaha, fokus kesempatan dengan 80 persen peluang dan 20 persen masalah.

Peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut, terlihat dari beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →