Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Elevasi Sungai Lusi Mendekati Titik Maksimal, Kota Purwodadi Siaga Banjir



Reporter:    /  @ 11:10:06  /  10 Februari 2016

    Print       Email
kondisi Sungai Lusi di utara kota Purwodadi sudah mulai penuh airnya, pagi tadi Rabu (10/2/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

kondisi Sungai Lusi di utara kota Purwodadi sudah mulai penuh airnya, pagi tadi Rabu (10/2/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kewaspadaan terhadap ancaman banjir saat ini harus lebih ditingkatkan. Khususnya yang tinggal di sepanjang dua sungai besar di kota Purwodadi. Yakni, Sungai Lusi dan Glugu. Kondisi ini dipicu naiknya elevasi sungai itu seiring turunnya hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Dari pantauan di lapangan, kondisi Sungai Lusi di utara kota Purwodadi sudah mulai penuh airnya. Dimana, elevasi air sudah berkisar 9,5 meter sesuai dengan petunjuk ketinggian air sungai yang berada di sisi timur jembatan utama. Ketinggian air ini cukup rawan karena batas maksimal elevasi Sungai Lusi berkisar 10 meter.

Naiknya elevasi sungai itu menyebabkan sejumlah perkampungan di kawasan kota mulai terancam banjir. Pagi tadi, Rabu (10/2/2016) beberapa jalan kampung di kota mulai tergenang air setinggi 10 sampai 30 cm.

Antara lain, di kampung Jengglong, Jagalan, Jetis, Ngabean, dan Jajar. Meski demikian, belum muncul laporan adanya rumah yang kebanjiran.

”Jalan kampung ini mulai tergenang air sejak Rabu dinihari tadi. Sampai pagi ini ketinggian air terus naik meski belum sempat masuk rumah penduduk,” ujar Habib, warga Kampung Ngabean, Kelurahan Purwodadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Grobogan Agus Sulaksono menegaskan, ketika elevasi sudah masuk 9 meter, sebagian kawasan biasanya sudah mulai ada yang kebanjiran. Meski demikian, dia meminta supaya warga tetap tenang dan tidak perlu dilanda ketakutan.

Menurut Agus, naiknya elevasi sungai, khususnya Sungai Lusi itu memang sudah diantisipasi jauh hari sebelumnya. Di mana, anggota penanganan bencana sudah diminta siaga serta memonitor elevasi sungai secara rutin. Selain itu, anggota juga sudah menyiapkan peralatan penanganan banjir jika sewaktu-waktu diperlukan.

”Ketinggian air ini memang naik terus meski belum mencapai ambang batas maksimal. Jadi, kita memang siaga terhadap kemungkinan adanya banjir,” kata mantan Kabag Pembangunan itu.

Menurutnya, dari pengalaman banjir dua kali pada akhir tahun 2007 lalu memang bisa dipantau dari tingginya elevasi Sungai Lusi. Di mana, jika elevasi sungai ini tinggi maka aliran air dari Sungai Glugu maupun anakan Sungai Lusi dari arah pegunungan akan tertahan. Akhirnya, air sungai yang tidak bisa masuk ke Sungai Lusi ini akan meluber ke perkampungan penduduk.

Baca juga : Warga Undaan Siap Siaga Hadapi Banjir Luapan Sungai Lusi

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →