Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Pati  >  Artikel ini

Bulog Pati Enggan Beli Gabah Petani dengan Harga Mahal



Reporter:    /  @ 21:45:26  /  9 Februari 2016

    Print       Email
Petani di Pati sudah mulai panen yang ditanam pada masa tanam ketiga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petani di Pati sudah mulai panen yang ditanam pada masa tanam ketiga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Minimnya serapan gabah kering dan beras dari petani di Pati ke Bulog Sub Divre II Pati pada awal tahun bukan tanpa alasan. Di satu sisi, petani minta supaya hasil panennya dihargai tinggi.

Di sisi lain, pihak Bulog masih enggan bila harga gabah dan beras di pasaran masih tinggi. Hal itu diakui Kepala Bulog Sub Divre II Pati Ahmad Kholisun.

“Awal tahun ini, Bulog masih belum melakukan penyerapan dari petani. Harga gabah dan padi di pasaran masih terlalu tinggi,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Saat ini, harga gabah kering panen di pasaran mencapai Rp 4.100 hingga Rp 4.300 per kilogram. Itu pun petani masih menginginkan harga gabah kering panen di atas Rp 4.500 per kilogram.

“Kami ingin pembeli bisa membeli gabah di atas Rp 4.500 per kilogram. Semua itu karena pengaruh penerapan pupuk berimbang, sehingga menambah biaya operasional bagi petani,” kata Manteri Tani Kecamatan Pati Sukamto.

Belum lagi, petani harus berhadapan dengan hama tikus yang menyerang bertubi-tubi, kekeringan panjang dan banjir yang menjadi ancaman puso, dan biaya operasional pertanian yang cukup tinggi.

Editor : Kholistiono

Baca juga:

Petani di Pati Pilih Jual Hasil Tani ke Tengkulak Ketimbang ke Bulog

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →