Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Menelusuri Jejak Kerajaan Jipang Panolan di Kudus dan Blora



Reporter:    /  @ 14:12:27  /  9 Februari 2016

    Print       Email
Suasana di makam Gedong Ageng Jipang, Kudus.

Suasana di makam Gedong Ageng Jipang, Kudus.

 

MuriaNewsCom, Blora – Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Blora diyakini sebagai pusat kerajaan Jipang Panolan pada zaman dulu. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peninggalan yang masih ditemukan, termasuk di area persawahan.

Ngadi, Lurah Desa Jipang mengatakan hal itu saat menerima Juru Pelihara (Jupel) Masjid Wali “Al-Makmur’’ Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Fathurrahman Aziz, di kompleks makam Gedong Ageng Jipang, Minggu (7/2/2016).

Fathurrahman didampingi antara lain oleh Abdul Aziz dan Budi, Takmir Masjid Al-Makmur, Sugiono kader muda NU Kudus), dan Rosidi staf Humas Universitas Muria Kudus/ UMK, menyimak secara seksama penjelasan Ngadi.

“Warga meyakini di sini pusat kerajaan Jipang Panolan. Banyak peninggalan untuk menguatkan keyakinan itu, antara lain adanya Masjid Jipang yang orang umum menyebutnya dengan ‘Sigit’, Glodogan Jaran, Setinggil (Siti Hinggil), Pasar Legi, Cinde yang diyakini sebagai alun-alun pada zaman dulu, pada rilis yang diterima, Selasa (9/2/2016).

Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Cepu, Sholikhan Muhtar, menyampaikan, sisa-sisa bangunan kerajaan itu bahkan masih bisa ditemui pada era 1990-an. “Di Desa Jipang ini, dulu banyak ditemukan batu bata yang dipercaya sebagai bekas Kerajaan Jipang Panolan,’’ ungkapnya diamini Eko Suyanto, tokoh pemuda di Kecamatan Cepu.

Fathurrahman menyampaikan, kedatangannya itu adalah dalam rangka menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara masjid wali di desanya dengan Desa Jipang di Cepu. ‘’Dari sesepuh-sesepuh desa zaman dulu, selalu bilang masjid wali di Desa Jepang, Mejobo, Kudus adalah peninggalan Arya Penangsang,’’ tuturnya.

Rombongan dari Kudus itu pun cukup terkejut, karena ternyata banyak kesamaan nama desa antara di sekitar masjid wali Desa Jepang di Kudus dengan yang ada di sekitar Desa Jipang di Cepu.

“Di sekitar masjid wali Jepang ada desa seperti Payaman, Loram, Tanjung, dan Kapuan, sama persis dengan yang beberapa wilayah (desa) di sekitar Desa Jipang, Kecamatan Cepu. Saya kira ini bukan kebetulan, tetapi ada persinggungan antara keduanya,’’ lanjutnya menambahkan.

Kendati begitu, menurut Sholikhan, perlu kajian dan penelitian lebih lanjut dengan menggandeng para pakar. “Tetapi paling tidak, sudah ada data awal yang bisa dipergunakan untuk merunut jejak Arya Penangsang melalui peninggalannya, baik yang ada di Kudus maupun Cepu ini,’’ katanya.

Selain di kompleks makam Gedong Ageng Jipang, rombongan dari Kudus tersebut pun diajak melihat mengunjungi makam Santri Songo dan Masjid Jipang yang ditengarai punya keterkaitan dengan Arya Penangsang dan diakhiri dengan mengunjungi makam Kanjeng Sunan Ngudung, ayahanda dari Kanjeng Sunan Kudus.
Baca juga :
Antara Sejarah Grobogan, Peperangan Kerajaan Mapahit-Demak, dan Pusaka yang Tertinggal

Beginilah Kudus saat Zaman Kerajaan Majapahit

Fosil Kerang Purba Ditemukan di ‘Kerajaan Dewata Cengkar’

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →