Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Jelang Tanam Padi, Petani Desa Banjarejo Malah Berburu Emas



Reporter:    /  @ 13:33:01  /  8 Februari 2016

    Print       Email
Beberapa petani di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus sedang bersemangat mencari perhiasan emas di areal sawah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa petani di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus sedang bersemangat mencari perhiasan emas di areal sawah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Aktivitas yang tidak lazim dilakukan sejumlah petani di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Di mana, mereka ini terlihat melakukan kegiatan layaknya orang mencari emas di kawasan pertambangan.

Dengan menggunakan tempayan, para petani mendulang tanah sawah untuk mencari emas. Kegiatan seperti ini ternyata sudah menjadi semacam tradisi menjelang musim tanam padi.

”Menjelang musim tanam padi memang banyak petani nyari emas di areal sawah. Kegiatan ini akan berakhir ketika benih padi sudah ditanam di areal sawah,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, selama ini sudah banyak warga yang menemukan emas. Wujudnya bukan butiran emas seperti di daerah tambang tetapi sudah berupa perhiasan. Seperti kalung, cincin, anting-anting dan pernak-pernik emas lainnya.

Sebagian perhiasan yang ditemukan, masih ada yang disimpan warga. Namun, banyak di antaranya sudah hilang lantaran dijual pada pihak lain atau kolektor barang antik.

Dikatakan Taufik, tidak semua wilayah Desa Banjarejo terdapat harta karun perhiasan emas. Selama ini, perhiasan emas itu banyak ditemukan di areal sawah yang masuk wilayah Dusun Medang. Wilayah ini, diyakini sebagai tempat berdirinya Kerajaan Medang Kamulan yang dulu dipimpin Raja Prabu Dewata Cengkar.

Baca juga : Piring Kuno Dinasti Ming Bergambar Naga Biru Ditemukan Petani saat Mencangkul di Sawah Banjarejo Grobogan

”Kalau benda-benda peninggalan kerajaan, kebanyakan ditemukan di Dusun Medang. Kalau di luar itu biasanya berupa fosil binatang purba,” jelas Taufik.

Beberapa warga ketika dimintai tanggapannya mengakui jika selama ini sudah banyak penemuan perhiasan di kawasan bekas kerajaan Medang Kamulan tersebut. Terutama, saat datang musim penghujan hingga menjelang masuknya masa tanam padi.

Pada saat seperti ini, tanah di areal sawah sudah empuk lantaran tergenang air. Kondisi ini memudahkan warga untuk mendulang tanah guna mencari perhiasan.

”Tanah sawah di sini masih tadah hujan, belum kena jaringan irigasi. Jadi, kalau mau mencari perhiasan memang lebih mudah ketika musim hujan seperti ini. Kalau musim kemarau, tanahnya sangat kering dan keras sekali hingga tidak bisa ditanami,” imbuh Taufik.

Baca juga :

Desa Banjarejo Sekarang Punya Perpustakaan Prasejarah Mini

Wow, Benda Purbakala di Banjarejo Ternyata Milik 8 Spesies

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →