Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Soal Pajak Restoran, Pemkab Minta Pemilik Bisa Jujur



Reporter:    /  @ 11:34:45  /  8 Februari 2016

    Print       Email
Struk pembayaran dari salah satu rumah makan di Kudus, yang di dalamnya sudah tertulis bahwa harga yang dibayarkan sudah termasuk pajak. MERIE

Struk pembayaran dari salah satu rumah makan di Kudus, yang di dalamnya sudah tertulis bahwa harga yang dibayarkan sudah termasuk pajak. MERIE

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rupanya masih banyak pemilik restoran, rumah makan, atau warung makan di Kabupaten Kudus ini, yang belum menerapkan pajak bagi setiap transaksi yang ada di tempat mereka.

Salah satu pemilik warung makan yang ditemui MuriaNewsCom mengaku bahwa dirinya memang belum menerapkan aturan pajak 10%, dari setiap transaksi yang ada di tempatnya.

”Makanya kemarin pas diundang untuk sosialisasi, saya juga bingung. Karena juga belum paham benar soal ini. Makanya saya belum terapkan aturan ini di warung saya,” kata pria yang menolak disebutkan identitasnya itu.

Pemilik warung makan yang menyediakan aneka masakan nasi dan mi ini mengaku bahwa, selama ini dirinya juga belum melaporkan mengenai pendapatannya setiap bulannya. Ini semua bukan disengaja, melainkan karena ketidaktahuannya.

”Baru setelah diberikan sosialisasi, saya baru mudeng. Nanti saya akan pikirkan lagi, bagaimana teknisnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kudus Eko Djumartono mengatakan, memang masih banyak pemilik rumah makan, yang belum menerapkan aturan ini.

”Atau malah ada yang kemudian mengakali laporan pendapatannya. Misalnya saja dengan menurunkan omzet bulanannya. Ada beberapa kasus yang seperti itu,” katanya.

Eko mengatakan, dilihat secara kasatmata, rumah makan tersebut sangat ramai sekali. Tapi dalam laporan pembayaran pajaknya, ditulis serendah mungkin, sehingga pajak yang dibayarkan juga akan rendah.

”Tapi kita pastinya tahu, dong. Bahwa yang bersangkutan sudah mencoba mengakali laporan omzet setiap bulannya. Kita tegur karena itu tidak benar. Dengan kondisi yang ramai seperti itu, tidak mungkin kalau kemudian pendapatannya di bawah Rp 10 juta per bulannya,” paparnya.

Karena itu, Eko mengatakan bahwa setiap pemilik rumah makan diharapkan bisa jujur saja mengenai hal ini. Termasuk menyampaikannya kepada konsumennya, bahwa mereka akan terkena pajak pada setiap transaksi yang dilakukan di sana.

”Makanya, salah satu tujuan kita memasang tulisan bahwa harga yang dibayarkan sudah termasuk pajak, salah satunya adalah untuk mengedukasi hal itu. Supaya masyarakat juga paham bahwa memang ada aturan pajaknya,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →