Loading...
You are here:  Home  >  Kesehatan  >  Artikel ini

Selama 2015, Kasus DBD Tertinggi Terdapat di Kaliwungu Kudus



Reporter:    /  @ 15:10:23  /  7 Februari 2016

    Print       Email
Ilustrasi Demam berdarah

Ilustrasi Demam berdarah

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selama 2015 lalu, tercatat di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD). Namun, dari sembilan kecamatan, yang paling banyak kasus DBD terdapat di Kecamatan Kaliwungu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Maryata melalui Kasi Pencegahan Penyakit dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Subiyono mengatakan, berdasarkan data dari masing-masing puskesmas, temuan kasus DBD terbanyak terjadi di wilayah Puskesmas Kaliwungu sebanyak 73 kasus. Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang berkisar antara 14-45 kasus.

“Tingginya temuan kasus DBD di Kaliwungu, salah satunya diduga karena banyaknya industri yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. Ketika salah satu orang terserang DBD, biasanya mudah menular ke warga lainnya,”katanya.

Menurutnya, selama 2015 terdapat 600 warga Kudus yang menderita DBD. “Penyakit DBD yang disebabkan dari gigitan nyamuk, memamg tergolong susah-susah gampang. Meski demikian, dapat diupayakan untuk menangani kasus nyamuk tersebut,” imbuhnya.

Katanya, upaya pencegahan penyebaran penyakit DBD sudah berulang kali dilakukan, termasuk adanya gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara pengurasan bak mandi atau penampungan air, menutup bak penampung air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air hujan agar tidak dijadikan tempat untuk berkembangbiak jentik nyamuk.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →