Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

4 Makam Raja Tanah Jawa di Grobogan jadi Pilihan Wisata Religi



Reporter:    /  @ 21:38:49  /  6 Februari 2016

    Print       Email
Warga melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Selo di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Selo di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski tidak ada tokoh agama seperti wali yang ada di Grobogan, namun wisata religi di daerah ini ternyata cukup ramai dan jadi pilihan banyak orang. Sedikitnya ada empat makam tokoh besar dalam satu garis keturunan yang selama ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

Tempat pertama adalah makam Ki Ageng Tarub atau semasa muda dikenal dengan nama Joko Tarub. Letaknya di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo. Dalam cerita legenda, Joko Tarub ini memiliki istri seorang bidadari bernama Nawangwulan. Dari perkawinan ini, mereka dikaruniai seorang putri cantik Nawangsih.

“Ki Ageng Tarub memiliki nama kecil Kidang Telangkas. Beliau itu dilahirkan, tumbuh dewasa, hingga dimakamkan disini,” ungkap Juru Kunci Makam Ki Ageng Tarub Priyo Hastono Adipuro

Lokasi wisata religi berikutnya adalah Makam Lembu Peteng alias Bondan Kejawen, putra Raja terakhir Majapahit Brawijaya V. Ketika Majapahit runtuh, Bondan Kejawen ini sempat lari hingga daerah Tarub dan selanjutnya menikah dengan Nawangsih. Bondan Kejawen ini dimakamkan tidak jauh dari makam mertuanya Ki Ageng Tarub.

Pasangan Bondan Kejawen dan Nawangsih memiliki putra Ki Ageng Getas Pendowo. Semasa muda, putranya ini lebih banyak berada di daerah Purwodadi.

Setelah meninggal Ki Getas Pendowo dimakamkan di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi. Makam ini juga ramai dikunjungi peziarah setiap harinya.

Ki Ageng Getas Pendowo ini memiliki putra Ki Ageng Selo. Nama Ki Ageng Selo menjadi cerita legenda berkat kemampuannya menangkap petir. Makam Ki Ageng Selo berada di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo. Dari keempat tokoh ini, makam Ki Ageng Selo barangkali paling banyak dikunjungi peziarah.

“Saya hampir tiap tahun selalu ziarah ke sini. Kadang sekali dan sering juga dua kali dalam setahun,” ungkap Sugito, warga yang mengaku masih punya hubungan dengan Kraton Yogyakarta.

Dari garis keturunan Ki Ageng Selo inilah akhirnya muncul Ki Ageng Enes yang memiliki putra Ki Ageng Pemanahan yang menjadi pendiri Mataram. Dan, selanjutnya mataram berkembang pesat menjadi kerajaan dibawah kendali putranya Panembahan Senopati (Raja Mataram I). Dari keturan panembahan Senopati inilah yang kemudian meneruskan kemepimpinan Mataram. Termasuk raja Mataram yang terkenal Sultan Agung.

Selain warga, ziarah ke makam tokoh besar itu juga jadi agenda resmi Pemkab Grobogan. Tepatnya, saat peringatan HUT Grobogan yang jatuh pada 4 Maret. Selepas upacara, para pejabat langsung melakukan acara ziarah ke lokasi makam tersebut.

“Ziarah ke makam leluhur itu jadi agenda resmi dalam peringatan hari jadi. Ini, merupakan salah satu bentuk penghormatan pada jasa dan perjuangan mereka,” ungkap Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Penemuan Makam Ukuran 3 Meter, Kades Dersalam Minta Warga Jangan Berlebihan

Warga Dersalam Dikejutkan Keberadaan Ular Hitam Raksasa yang Sering Muncul di Kompleks Makam Mbah Jiwo

Beberapa Keanehan Ini Muncul di Areal Makam Mbah Jiwo

Warga Dersalam Kudus Digegerkan dengan Penemuan Makam Misterius

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →