Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Baru Ada 11 Tradisi yang Dibina Pemkab Jepara



Reporter:    /  @ 15:07:55  /  6 Februari 2016

    Print       Email
Perang obor yang merupakan salah satu tradisi di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Perang obor yang merupakan salah satu tradisi di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom,Jepara – Hampir semua desa yang ada di Kabupaten Jepara memiliki tradisi warisan leluhur. Hanya saja, baru ada segelintir tradisi yang populer, seperti perang obor dan lomban. Padahal, semua tradisi bisa dijadikan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Jepara.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Agus Tri Harjono mengatakan, saat ini tercatat baru ada 11 tradisi yang tersebar di sejumlah desa yang mendapat campur tangan Pemkab Jepara dalam hal ini Disparbud.

“Memang hanya sebagian saja yang mampu dibina oleh pemkab. Ini kaitannya dengan keterbatasan, terutama terkait anggaran,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia membeberkan, 11 tradisi yang dibina oleh Pemkab Jepara adalah Perang Obor Tegal Sambi, Jembul Tulakan, Jembul Banyumanis, Jondang Kawak, Memeden Gadu Kepuk, Festival Baratan Kalinyamatan, Lomban di Ujung Batu, Demaan dan Karimunjawa, Buka Luwur Mantingan, dan Khoul Sonder. Dari belasan tradisi itu, yang terpopuler hanya Perang Obor dan Lomban Ujung Batu.

“Desa-desa di Jepara yang memiliki tradisi warisan leluhur diharapkan untuk lebih serius dalam mengelolanya. Selain memang merupakan bentuk pelestarian, pengelolaan yang baik bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, hampir semua desa memiliki tradisi yang unik. Baik desa yang berada di Lereng Muria Jepara, hingga wilayah pesisir. Hanya saja, pengemasan selama ini lebih banyak ala kadarnya.

“Tradisi ini perlu dilestarikan, selain memang terbukti sebagai alat perekat sosial, juga memiliki daya tarik wisata. Contoh lumrahnya di Bali. Jepara sebenarnya bisa. Yang diperlukan adalah pengemasannya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Ingin Tradisi di Desamu Terkenal Seperti di Bali? Ini Caranya

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →