Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Ingin Tradisi di Desamu Terkenal Seperti di Bali? Ini Caranya



Reporter:    /  @ 13:36:03  /  6 Februari 2016

    Print       Email
Lomban di Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Lomban di Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Hampir semua desa yang berada di Kabupaten Jepara memiliki tradisi yang setiap tahun digelar. Bahkan, sebagian diantaranya memiliki kepercayaan tertentu yang menjadi tradisi lokal. Hanya saja tidak seperti tradisi yang ada di Bali. Disana, tradisi seolah melekat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Agus Tri Harjono mengatakan, Kabupaten Jepara sebenarnya bisa seperti Bali. Tradisi yang ada di masyarakat dapat dijadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun, sampai saat ini memang diakuinya belum bisa maksimal.

“Hampir semua desa di Jepara memiliki tradisi. Jika dikelola dengan baik, maka bukan sesuatu yang mustahil bisa seperti di Bali,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, caranya agar mengarah seperti di Bali,setiap tradisi baik besar maupun kecil dapat dikemas dan dikelola secara lebih serius. Selain itu, harus didesain atau dikelola yang sebaik-baiknya supaya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata.

“Selama ini masih banyak yang dikelola secara seadanya. Padahal memiliki potensi yang besar untuk menarik minat wisatawan,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengemasan tradisi di masing-masing desa yang seadanya tersebut, membuat perayaannya hanya bisa dinikmati oleh internal masyarakat desa itu sendiri. Maksimal, hanya desa tetangga dan belum bisa menarik warga desa lain di penjuru Jepara untuk datang dan melihat. Terlebih bisa menarik wisatawan.

Dia berharap, desa bisa memanfaatkan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan dana desa yang jumlahnya cukup besar untuk mengemas tradisi secara lebih baik. Pasalnya, Dinas Pariwisata memiliki keterbatasan anggaran untuk membantu penyelenggaraan.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Wow! 6 Agenda Festival Kartini Bakal Jadi Even Nasional

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →