Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Serentak Malam Ini Warung Kopi Berkaraoke di Rembang Tutup, Ada Apa?



   /  @ 20:13:08  /  5 Februari 2016

    Print       Email
Sejumlah pemuda diduga mabuk di depan salah satu warung kopi plus yang berada di tepi Jalan Pantura Rembang, Jumat (5/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Sejumlah pemuda diduga mabuk di depan salah satu warung kopi plus yang berada di tepi Jalan Pantura Rembang, Jumat (5/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Ada fenomena berbeda di Kota Rembang pada Jumat (5/2/2016). Yakni, puluhan warung kopi berfasilitas plus karaoke dan pelayan muda dengan pakaian seksi tidak lagi terlihat.

Pasalnya, warung kopi tersebut secara serentak tutup. Padahal, biasanya sejak siang hari tempat warung kopi plus di Rembang sudah disesaki para kaum hawa hingga larut malam.

Dari pantauan MuriaNewsCom, puluhan warung kopi yang berada di tepi jalan, sejak dari deretan ruko yang disulap jadi warung kopi plus di Clangapan hingga daerah batas kota sebelah barat, secara mengejutkan tutup semuanya.

Bahkan, terdapat sejumlah pemuda sedang teler tergeletak di depan warung kopi yang tutup. Salah satu warga yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi, menuturkan sejumlah pemuda itu diduga mabuk dari dalam warung kopi, kemudian diseret paksa keluar dari warung tersebut.

”Itu tadi teler, kemudian diseret keluar secara paksa,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Terpisah, Penjabat Bupati Rembang Suko Mardiono menegaskan warung kopi plus yang menyediakan minuman keras (miras) harus segera ditindak. Menurutnya, hal yang sedang digalakkan oleh pemkab setempat adalah memastikan tidak adanya peredaran miras di warung kopi plus.

Baca juga: Pemkab Rembang Kecolongan dengan Adanya Karaoke Terselubung

”Peredaran dan konsumsi miras berhubungan dengan kenaikan tingkat kriminalitas,” terangnya kepada para awak media.

Selain tentang miras, Suko Mardiono juga menyoroti persolan perizinan usaha. Ditegaskan olehnya, usaha sejenis itu pasti tidak berizin. ”Sebab hampir semua warung tidak berizin dan penertiban secara tegas terhadap izin usaha perlu dilakukan,” tegasnya.

Suko Mardiono menambahkan, gangguan terhadap warga sekitar karena kerasnya suara musik karaoke ketika larut malam juga perlu diperhatikan. Dalam hal ini, lanjutnya, desa bisa membantu mengingatkan para pelaku usaha warung kopi plus.

”Sebab, pemerintah di kecamatan dan desa juga mesti berperan memperingatkan mereka para pelaku usaha warung kopi plus karaoke. Jadi semua urusan tidak melulu dilempar ke pemerintah kabupaten,” pungkasnya.

Baca juga: Satpol PP Sebut Pengelola Karaoke Remehkan Kebijakan Pemkab Rembang

Waduh, Miras Marak Dijualbelikan di Warung Kopi Rembang

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →